sejalan dengan IHSG, Indeks saham-saham terlikuid LQ45 juga ditutup naik +0,97% ke level 658,08 dan Indeks Kompas 100 ditutup naik +1,17% ke level 854,80. Nilai perdagangan tercatat sebesar Rp.3,6 Triliun dengan Net Sell Investor Asing sebesar Rp.237 Milyar.
Rata-rata bursa di Asia Pasifik pada perdagangan awal pekan kemarin juga ditutup di area positif merespon berita tentang Bail out di Spanyol. Hangseng naik ke level 18.953,63 (+2,44%), STI naik ke level 2.786,71 (+1,78%), Nikkei naik ke level 8.624,90 (+1,96%), dan Kospi naik ke level 1.867,04 (+1,71%).
Sementara itu Pasar Saham Eropa ditutup flat, kendati sempat menguat di awal perdagangan, namun terus melemah sampai penutupan. Investor nampaknya masih mempertanyakan bentuk kesepakatan bantuan terhadap perbankan Spanyol, sementara ketidakpastian di Yunani kembali mencuat. FTSE turun ke level 5.432,37 (-0,05%), DAX naik ke level 6.141,05 (+0,17%) dan CAC40 turun ke level 3.042,76 (+0,14%).
Wall Street akhirnya terkena koreksi, indeks berakhir melemah karena kekecewaan mengenai kondisi di Spanyol dimana Bond Yield nya kembali menanjak, meski sudah ada rencana tentang skema tambahan likuiditas. Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial berada di level 12.411,23 atau turun 142,97 poin (-1,14%). Indeks Komposit Nasdaq berada di level 2.809,73 atau turun 48,69 poin (-1,70%) dan Indeks S&P500 berada di level 1.308,93 atau turun 16,73 poin (-1,26%).
Hari ini IHSG diperkirakan akan kembali berjalan fluktuatif dengan kemungkinan melemah. Belum jelasnya situasi di Eropa membuat kebanyakan investor kembali menahan diri. Prediksi IHSG akan bergerak di sekitar level 3.812 - 3.863.
(ang/ang)











































