Mega Capital: IHSG Diprediksi Mix to High

Mega Capital: IHSG Diprediksi Mix to High

- detikFinance
Rabu, 13 Jun 2012 09:48 WIB
Mega Capital: IHSG Diprediksi Mix to High
Jakarta - IHSG terkoreksi tipis. Bursa Indonesia ditutup melemah tipis -13.64 poin (-0.35%) di 3,852.58 dengan volume dan nilai perdagangan yang relatif rendah akibat belum adanya sentimen positif. Sektor yang menguat adalah aneka industri (0.51%), consumer goods (1.81%), infrastruktur (0.38%) dan manufaktur (0.73%) sedangkan sektor lainnya terkoreksi. Saham UNVR, TLKM, ASII, GGRM dan BDMN merupakan market leader sedangkan saham UNTR, BBRI, PTBA, ADRO dan BBCA merupakan market laggard. Investor asing membukukan net sell senilai IDR 10.1 miliar sehingga total net buy asing selama tahun perdagangan 2012 mencapai IDR 2.2 triliun. Sementara itu, seperti yang diperkirakan Bank Indoneia kembali menahan suku bunga acuannya di posisi 5.75%.

Wall Street menguat dipicu kenaikan imbal hasil surat utang Spanyol. Bursa Amerika ditutup menguat dengan indeks Dow, Nasdaq dan S&P menguat lebih dari 1.0%. Fitch Ratings menurunkan peringkat jangka panjang dari 18 bank Spanyyol namun pasar tidak terlalu terpengaruh. Imbal hasil surat utang 10 tahun Spanyol naik ke 6.807% yang merupakan level tertinggi sejak berjalannya zona euro di tahun 1999. Bursa Eropa juga ditutup menguat. Namun, investor tetap waspada menjelang pemilu pada 17 Juni mendatang di Yunani yang dianggap merupakan penentu nasib Yunani di zona euro. Dana talangan untuk bank Spanyol senilai USD 125 miliar juga menimbulkan kekhawatiran apakah jumlah tersebut telah mencukupi serta dampaknya terhadap level utang Spanyol.

IHSG Diperkirakan Mix To High (Range : 3,840—3,880). IHSG ditutup melemah pada perdagangan kemarin berada di level 3,852, indeks juga sempat mencoba untuk melewati support level di 3,840 di awal sesi bursa, namun akhirnya mampu ditutup lebih tinggi di akhir sesi perdagangan. Indeks juga tampak melanjutkan konsolidasinya yang mana hari ini berpeluang untuk mengalami penguatan dan bergerak menuju resistance level di 3,880. RSI mendukung adanya peluang penguatan ini, namun stochastic yang melandai berpotensi untuk menghambat laju penguatan indeks.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads