Jakarta - Kemarin (14/06) IHSG ditutup terkoreksi cukup signifikan, di mana IHSG turun sebesar 68,84 poin (-1,78%) ke level 3791,62. Para investor cenderung menahan melakukan pembelian saham di tengah kekuatiran terhadap kelanjutan krisis spanyol dan Cyprus pasca diturunkannya rating obligasi spanyol oleh Moody’s dari A3 menjadi Baa3 atau satu peringkat di atas junk. Sementara itu rating utang pemerintah Cyprus terpangkas menjadi Ba3 dari Ba1. Perdagangan kemarin juga masih terlihat sepi, di mana nilai transaksi yang tercatat di BEI hanya mencapai Rp3,58 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3,59 miliar lembar saham. Seluruh indeks sektoral mengalami koreksi, di mana indeks sektor misc industry mencatat penurunan terdalam hingga 2,94% ke level 1203,41.
Kemarin Dow Jones naik 1.24% (12651.90), S&P 500 naik 1.08% (1329.10) dan Nasdaq naik 0.63% (2836.33). Indeks US naik ditengah spekulasi bahwa the Fed akan mengeluarkan stimulus setelah data jobless claim naik diatas prediksi konsensus. George Osborne dan Bank of England sedang menyiapkan 2 program untuk meningkatkan arus kredit jika pemilu Yunani menyebabkan kekacauan.
Akhir pekan ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Indikator stochastic oscilator hampir membentuk pola deadcross yang mengindikasikan potensi penurunan masih dimungkinkan. Selain itu indikator OBV masih menunjukkan adanya distribusi. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak pada level 3758 – 3843.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)