First Asia Capital: Penguatan IHSG Masih Terbatas

First Asia Capital: Penguatan IHSG Masih Terbatas

- detikFinance
Rabu, 20 Jun 2012 09:44 WIB
First Asia Capital: Penguatan IHSG Masih Terbatas
Jakarta - Aksi beli selektif pelaku pasar berhasil mengangkat IHSG di teritori positif, menguat 20,661 poin ke posisi 3880,816. Saham-saham pertambangan, infrastruktur dan perbankan menjadi kontributor utama penguatan indeks komposit kemarin. Pelaku pasar tampaknya mulai mengalihkan perhatiannya pada FOMC Meeting yang dimulai Selasa pekan ini. Kemungkinan besar The Fed akan melanjutkan kebijakan stimulusnya (operation twists) untuk mengatasi problem masih tingginya angka pengangguran di AS dan dampak memburuknya krisis utang zona Euro terhadap perekonomian AS.

Harapan akan adanya program stimulus lanjutan tersebut membuat pasar saham di zona Euro dan AS tadi malam ditutup di teritori positif. Sejumlah bursa utama zona Euro ditutup menguat di atas 1%. Sedangkan indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street ditutup menguat masing-masing 0,75% dan 0,98%. Harapan terhadap program stimulus lanjutan The Fed tersebut diperkirakan akan berimbas pada perdagangan hari ini.

Pelaku pasar akan kembali melanjutkan aksi belinya terutama terhadap saham-saham pertambangan dan perkebunan yang harganya sudah terkoreksi dalam. Namun pasar tetap perlu berhati-hati mengingat ada kemungkinan hasil The Fed meeting tersebut tidak memenuhi harapan pasar. IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Level resisten ada di 3900 dan support di 3850.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG : S1 3850 S2 3820 R1 3900 R2 3930

Saham Pilihan
UNSP 158-172 Buy, stop loss 150
JSMR 5200-5400 TB, SL 5000
ANTM 1280-1360 TB, SL 1260
INDY 1680-1800 Buy, Stop Loss 1650
RALS 870-910 TB, SL 850
BMTR 1480-1570 SoS
MAPI 6800-7300 Buy on Weakness. Stop Loss Rp.6500.
ADRO 1280-1360 Trading Buy, Stop loss 1220.
BBCA 7100-7800 Trading Buy Stop loss 7200

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads