Jakarta -
IHSG berakhir negatif menutup perdagangan Kamis (21/06), seiring turunnya bursa-bursa regional Asia setelah data manufaktur China menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi di negara tersebut, dan seiring kekecewaan para pelaku pasar terhadap the Fed yang hanya kembali melanjutkan Operation Twist dan tidak melakukan langkah stimulus lainnya. IHSG melemah 42.109 poin atau 1.07% menjadi 3,901.788 di akhir sesi kedua Kamis, dengan seluruh sektor berakhir di zona merah. Sektor aneka industri mengalami penurunan terbanyak yaitu 2.34%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 1.49% dan sektor properti dan konstruksi turun 1.08%. Sementara indeks LQ 45 ditutup melemah 7.766 poin atau 1.15% ke 667.526. Data HSBC Flash Manufacturing yang dirilis oleh HSBC pada hari Kamis turun ke level terendah dalam 7 bulan di 48.1 untuk bulan Juni, dibandingkan 48.4 di bulan Mei. Hal tersebut menimbulkan pandangan para pelaku pasar bahwa ekonomi China sudah tidak bertumbuh secepat sebelumnya. Di IHSG sendiri, tercatat sebanyak 83 saham naik, 178 saham turun, 77 saham stagnan. Transaksi di pasar reguler tercatat sebanyak 3.438 miliar lembar saham senilai Rp 3.269 triliun. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 23.901 miliar. Saham-saham top gainers Kamis antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik 500 poin atau 0.26% ke Rp 190,000, Lion Metal Works (LION) menguat 400 poin atau 4.35% ke Rp 9,600, Fast Food Indonesia (FAST) naik 400 poin atau 2.96% ke Rp 13,900, Surya Citra Media (SCMA) naik 350 poin atau 4.05% ke Rp 9,000 dan J Resources Asia Pasifik (PSAB) naik 250 poin atau 9.09% ke Rp 3,000. Sementara saham-saham yang termasuk top losers Kamis antara lain Gudang Garam (GGRM) melemah 1,000 poin atau 1.67% menjadi Rp 58,950, Bayan Resources (BYAN) turun 600 poin atau 4.88% ke Rp 11,700, United Tractors (UNTR) turun 600 poin atau 2.64% ke Rp 22,100, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) turun 550 poin atau 7.69% ke Rp 6,600, dan Century Textile Industry (CNTX) turun 500 poin atau 7.14% ke Rp 6,500.
Saham-saham AS jatuh pada perdagangan Kamis (21/06) setelah laporan data-data ekonomi mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, terutama di sektor manufaktur. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 250.82 atau 2% menjadi 12,573.57. Sementara indeks S&P 500 turun 30.18 poin atau 2.2% ke 1,325.51, dengan saham-saham sektor energi memberatkan indeks. Indeks Nasdaq Composite turun 71.36 poin atau 2.4% ke 2,859.09. Indeks Philadelphia Fed Survey, yang mengindikasikan kegiatan manufaktur AS, turun menjadi -16.6 untuk bulan Juni, dari sebelumnya -5.8 di bulan Mei.
IHSG hari ini berpotensi mendapat bias negatif dari jatuhnya bursa-bursa AS kemarin, setelah data-data ekonomi dari China maupun AS kembali memicu pesimisme para pelaku pasar. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan di support 3,841 dan resistance 3,973.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
BJBR (920) – BUY. R2: 980, R1: 940, S1: 880, S2: 810
KLBF (3,800) – Spec. Sell. R2: 3,975, R1: 3,900, S1: 3,650, S2: 3,575
IMAS (6,600) – Spec. Sell. R2: 7,500, R1: 7,100, S1: 6,200, S2: 5,875
PGAS (3,375) – SELL. R2: 3,625, R1: 3,500, S1: 3,275, S2: 3,175
(ang/ang)