Jakarta - IHSG awal pekan melanjutkan pergerakan melemah yang terjadi untuk ditutup terkoreksi sebesar 0,8% di level 3.857,6 akibat maraknya sentiment negative global. Hampir keseluruhan sektoral IHSG terkena tekanan jual signifikan, terutama sektoral pertambangan, aneka industri dan property. Saham sektoral infrastruktur merupakan satu-satunya sektoral yang berhasil mengalami penguatan terbatas. Sementara itu, investor asing membukukan transaksi net sell sebesar Rp 202 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 700 ke Rp 26.450, Lion Metal (LION) naik Rp 650 ke Rp 10.250, Multi Prima (LPIN) naik Rp 325 ke Rp 2.800, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 300 ke Rp 9.850; sedangkan saham-saham top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 19.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 21.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 13.950, dan Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 22.750.
Perdagangan bursa Wall Street dan Eropa awal pekan ditutup anjlok signifikan berkisar 1%-3% dipicu oleh sikap pesimis investor atas pertemuan pimpinan negara Uni Eropa di pekan ini. Merambatnya krisis utang ke Spanyol membuat pemerintah Spanyol akhirnya mengajukan permohonan dana bailout senilai US$ 125 miliar untuk menyelamatkan kondisi sektoral perbankan. Pengerek turunnya bursa dalah koreksi signifikan saham-saham sektoral perbankan AS dan Eropa sejalan dengan sentiment negative Spanyol.
Pagi ini, bursa Asia dibuka serentak pada teritori merah sejalan dengan pesimisme investor atas hasil pertemuan Uni Eropa pekan ini. Indeks Nikkei -0,9%; KOSPI -0,5%; STI -0,4% dan KLSE -0,2%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan masih berfluktuatif berpotensi terjadi koreksi lanjutan mengekor pergerakan melemah bursa global. Kisaran trading IHSG berada di level 3.780-3.905.
(ang/ang)