Phillip Securities: Sentimen Positif dari AS Angkat IHSG

Phillip Securities: Sentimen Positif dari AS Angkat IHSG

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Kamis, 28 Jun 2012 09:50 WIB
Jakarta - Perdagangan saham-saham yang tercatat di IHSG berakhir positif hari Rabu (27/06). IHSG ditutup naik 53.466 poin atau 1.38% ke 3,934.867 dengan seluruh sektor utama menguat. Saham-saham di sektor barang konsumen mencatat kenaikan terbanyak, dengan indeks sektor tersebut naik 2.16%. Sementara sektor konstruksi menguat 1.69% dan sektor Keuangan naik 1.45%. Indeks saham-saham blue-chip Indonesia, LQ 45, berakhir positif dengan kenaikan 9.771 poin atau 1.47% ke 672.582. Indeks terus bergerak naik sejak awal perdagangan. Level tertinggi di 3.939,04 dan level terendah di 3.887,09. Dengan dukungan bursa regional, IHSG dapat menembus level 3.900 lagi. Bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 1,03%, indeks Nikkei naik 0,7%, indeks STI naik Rp1,4%, indeks ASX naik 0,7%. Sementara itu, indeks Shanghai turun 0,2% dan indeks Kospi turun 0,01%. Untuk setiap saham yang turun, hampir dua saham lainnya menguat di bursa efek Indonesia pada hari Rabu, dimana 4.679 miliar lembar saham senilai Rp 4.913 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 403.53 miliar. Kabar dari Uni Eropa telah menyepakati upaya untuk menstabilkan kawasan tersebut dengan integrasi fiskal dan membentuk jaringan kerja perbankan Eropa. Kesepakatan tersebut rencananya akan dibawa dalam KTT Uni Eropa Kamis besok di Brussels. Sementara kabar buruk datang dari keputusan lembaga rating Egan-Jones yang memangkas rating utang pemerintah Jerman menjadi A+ dengan outlook negatif dari AA-. Walaupun tiga lembaga rating ternama seperti Moody's, Fitch dan S&P memberikan rating triple A atau rating tertinggi. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Rabu antara lain Gudang garam (GGRM) naik 3,050 poin atau 5.17% ke Rp 62,000, H.M Sampoerna (HMSP) naik 1,500 poin atau 3.00% ke Rp 51,500, Unilever Indonesia (UNVR) naik 550 poin atau 2.43% ke Rp 23,200, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menguat 450 poin atau 3.09% ke Rp 15,000, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik 400 poin atau 2.00% ke Rp 20,400. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Century textyile Industry (CNTX) turun 550 poin atau 8.53% ke Rp 5,900, Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) turun 250 poin atau 0.17% ke Rp 149,750, Bank Mega (MEGA) turun 225 poin atau 7.14% ke Rp 2,925, United tractors (UNTR) turun 200 poin atau 0.90% ke Rp 21,900, dan Lionmesh Prima (LMSH) turun 200 poin atau 2.50% ke Rp 7,800.

Saham-saham AS menguat pada hari Rabu, memperpanjang kenaikan di hari kedua, setelah data-data ekonomi AS yang dirilis sebagian besar lebih baik dari ekspektasi pelaku pasar. Setelah sempat naik 112 poin, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir di 12,627.01, naik 92.34 poin atau 0.7%. Indeks S&P 500 ditutup naik 11.86 poin atau 0.9% ke 1,331.85, dengan sektor energi menjadi pendorong utama kenaikan S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite berakhir naik 21.26 poin atau 0.7% ke 2,875.32. Pemerintah AS melaporkan pemesan barang-barang tahan lama – Durable goods orders, di bulan Mei naik 1.1% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, indeks Pending Home Sales, yang mensurvei tingkat penjualan rumah di AS yang telah ditandatangani kontrak pembeliannya namun belum final, naik 5.9% di bulan Mei.

IHSG berpotensi menguat hari ini, seiring kenaikan bursa-bursa Asia pagi ini setelah data ekonomi AS kembali memberikan harapan pemulihan ekonomi AS, sementara belum ada perkembangan negatif dari Eropa. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dalam rentang harga 3,869 dan 3,972.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
BBRI (6,200) – BUY. R2: 6,450, R1: 6,300, S1: 6,100, S2: 5,950
GGRM (62,000) – BUY. R2: 64,100, R1: 63,000, S1: 60,500, S2: 59,450
INTP (17,300) – BUY. R2: 18,000, R1: 17,600, S1: 16,900, S2: 16,500
PTBA (15,000) – Trading Buy. R2: 17,000, R1: 16,000, S1: 13,950, S2: 13,150

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads