Jakarta - Menutup perdagangan di akhir pekan terakhir bulan Juni, IHSG naik dengan semangat ke posisi 3955. Indeks melesat 68 poin atau setara 1.75%. Indeks ikut melambung seiring cerahnya pasar saham Asia dan Eropa Jumat sore kemaren. Adanya sinyal bantuan dari petinggi Eropa untuk negara-negara yang sedang mengalami gejolak ekonomi membuat saham-saham di kawasan ini pun melesat. Indeks kawasan Asia pun ikut kecipratan. Seluruh indeks sektoral di dalam negeri merekah positif. Sektor tambang yang sehari sebelumnya menjadi pemberat langkah indeks, pada Jumat 29/06 balik melesat +3.46%, tertinggi diantara sektor lainnya. Dana asing ikut mengalir deras, net buy asing hingga penutupan sore mencapai 604 M. Transaksi perdagangan berlangsung dengan 198 saham yang naik, 47 saham melemah dan 77 saham tidak bergerak.
IHSG pada perdagangan awal Juli ini diperkirakan bergerak positif mengikuti kenaikan bursa global maupun regional. Indeks menguji level 3971 untuk menuju level 3993 sebelum ke level 4024. Namun kenaikan indeks diperkirakan dibayangi perlambatan ekonomi China yang terefleksi dari indeks manufaktur di Cina yang mencatat penurunan akibat perlambatan ekonomi di Zona Euro dan AS. Saham unggulan maupun saham lapis dua dalam fase bullish. Sementara itu indikator MACD dan indicator Stochastic bergerak uptrend. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 3900 hingga 4000.
(ang/ang)