Jakarta - IHSG awal pekan kembali ditutup menguat sebesar 0,9% di level 3.991,54 ditopang oleh aksi selective buy saham-saham unggulan pasca keputusan EU Summit untuk menggelontorkan dana bailout untuk Spanyol dan Italia serta stimulus senilai EUR 120 miliar. Hampir keseluruhan sektoral IHSG ditutup menguat, kecuali sektoral infrastruktur, yang dipimpin oleh laju penguatan saham-saham sektoral pertambangan, consumer dan manufaktur. Asing di awal pekan membukukan transaksi net buy senilai Rp 195 miliar. Saham-saham jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.750 ke Rp 37.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 ke Rp 62.650, Surya Citra (SCMA) naik Rp 800 ke Rp 10.300, dan Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 18.150; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 6.850 ke Rp 50.000, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 24.950, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 5.600, dan Bank of India (BSWD) turun Rp 200 ke Rp 200.
Turunnya data manufaktur AS di bulan Juni berada di level 49,7 dari bulan Mei di level 53,5 menyebabkan bursa Wall Street awal pekan ditutup mixed terbatas. Indeks Dow Jones ditutup sedikit melemah berada di level 12.871,4 dipimpin oleh koreksi saham DuPont pasca didowngrade target price dan rekomendasi; sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat terbatas masing-masing sebesar 0,2% dan 0,6%. Sementara itu, bursa Eropa awal pekan masih ditutup menguat pasca euphoria keputusan EU Summit atas dana bailout beserta dengan kelonggaran syarat-syarat bailout. Indeks DJ Euro SToxx dan FTSE 100 masing-masing menguat 1,2% untuk ditutup di level 2.292 dan 5.640,6.
Bursa Asia di pagi ini kembali dibuka menguat terbatas dimana indeks Nikkei +0,5%; KOSPI +0,9%; KLSE +0,3% dan STI +0,1%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan bergerak menguat terbatas sejalan dengan antisipasi aksi profit taking investor. Kisaran trading IHSG berada di level 3.896-4.108.
(ang/ang)