Jakarta - Pada perdagangan terakhir minggu lalu, bursa AS ditutup melemah cukup dalam dari sesi awal pembukaan hingga sesi akhir penutupan dengan Dow -0,96%, S&P -0,94% dan Nasdaq -1,30%. Kondisi ini disebabkan oleh data tenaga kerja AS yang jauh dibawah perkiraan pasar 80.000 vs 100.000. Laporan data tenaga kerja ini mengecewakan investor, karena menggambarkan perekonomian AS sedang dalam fase pertumbuhan ekonomi yang melambat. Laporan data tenaga kerja ini hanya sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 77.000. Berita negatif ini menyebabkan turunnya optimisme investor setelah sebelumnya sempat meningkat dikarenakan adanya berita positif terkait dengan pelonggaran kebijakan bank sentral Eropa untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian.
Bursa Eropa tidak jauh berbeda dengan bursa AS dimana sebagian besar mengalami pelemahan yang juga dikarenakan oleh berita negatif dari laporan tenaga kerja AS. Saat ini laporan tenaga kerja AS merupakan fokus bagi para investor dunia karena dengan hasil ini akan menjadi sinyal bagi The Fed untuk memberikan stimulus baru. Pemberian stimulus baru menggambarkan bahwa perekonomian masih dalam keadaan yang belum stabil. Kami perkirakan bursa-bursa di Asia akan mengalami tekanan pada perdagangan awal minggu ini termasuk IHSG.
(ang/ang)