Jakarta - IHSG awal pekan anjlok 1,7% sejalan dengan maraknya aksi ambil untung saham-saham unggulan berbasis tambang dan properti. Hal ini diakibatkan oleh kekhawatiran investor atas melambatnya pertumbuhan tenaga kerja AS bisa mempengaruhi ekonomi global. Kelonggaran kebijakan moneter moneter China dan Eropa belum direspon oleh pasar. Asing membukukan transaksi net sell Rp 457 miliar. Saham-saham jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 30.000 ke Rp 182.000, Sucacco (SCCO) naik Rp 550 ke Rp 5.050, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 8.300, dan Jembo Cable (JECC) naik Rp 175 ke Rp 2.225; sedangkan saham-saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 ke Rp 60.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 22.050, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 15.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 23.650.
Jelang di keluarkannya laporan kinerja keuangan emiten 1H12, bursa Wall Street dan Eropa ditutup terkoreksi terbatas di awal pekan. Indeks Dow Jones -0,3% ditutup di level 12.736 yang dipimpin oleh pelemahan saham DuPont dan Catterpilar sedangkan pelemahan sektoral energy dan health care mendominasi laju koreksi indeks S&P 500. Sementara itu, indeks DJ Euro SToxx dan FTSE 100 masing-masing melemah 0,3% dan 0,6% untuk ditutup di level 2.227,9 dan 5.627,3.
Pagi ini bursa Asia dibuka menguat ditengah sikap wait & see investor jelang kinerja 1H12. Indeks Nikkei +0,4%; KOSPi +0,2%; STI +0,6% dan KLSE +0,2%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan bergerak bervariasi cenderung sideways dengan kisaran trading berada di level 3.872-4.066. Pergerakan bursa akan diramaikan oleh perdagangan saham GLOB dan ALTO hari ini.
(ang/ang)