Phillip Securities: IHSG Berpotensi Melemah Seiring Bursa AS dan Asia

Phillip Securities: IHSG Berpotensi Melemah Seiring Bursa AS dan Asia

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Rabu, 11 Jul 2012 09:38 WIB
Jakarta - IHSG berhasil ditutup di atas level 4,000 setelah sesi perdagangan yang relatif datar hari Selasa (10/07). Indeks ditutup di 4,009.678, naik 24.633 poin atau 0.62%. Tujuh sektor ditutup positif, dengan sektor infrastruktur naik 2.15%, sektor agrikultur menguat 1.09% dan sektor perdagangan dan jasa naik 0.84%. Sementara indeks LQ 45 ditutup positif 5.352 poin atau 0.79% menjadi 685.900. Kenaikan IHSG terjadi ditengah melemahnya indeks-indeks bursa regional Asia hari Selasa, setelah data neraca dagang China untuk bulan Juni yang turun semakin mengkonfirmasi perlambatan tingkat permintaan konsumen di China. Berita bahwa Eropa menyetujui pinjaman 30 miliar Euro untuk Spanyol di akhir bulan Juli tidak banyak membalikkan sentimen pasar. Sebanyak 132 saham emiten menguat di Bursa Efek Indonesia, 87 saham turun, dan 86 saham tidak berubah. Transaksi di pasar reguler tercatat sebanyak 1.985 miliar lembar saham senilai Rp 3.073 triliun. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 72.425 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Selasa antara lain Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) naik 10,000 poin atau 5.49% ke Rp 192,000, United Tractors (UNTR) menguat 600 poin atau 2.72% ke Rp 22,650, Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 400 poin atau 2.58% ke Rp 15,900, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) menguat 400 poin atau 6.78% ke Rp 6,300, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik 350 poin atau 1.61% ke Rp 22,100. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak diantaranya Gudang Garam (GGRM) turun 900 poin atau 1.50% menjadi Rp 59,200, Unilever Indonesia (UNVR) kehilangan 300 poin atau 1.27% ke Rp 23,350, Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun 300 poin atau 3.45% ke Rp 8,400, H.M. Sampoerna (HMSP) turun 250 poin atau 0.50% ke Rp 49,500, dan Bayan Resources (BYAN) turun 250 poin atau 2.14% ke Rp 11,450.
 
Saham-saham AS turun untuk ke-4 kalinya pada perdagangan Selasa (10/07) seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar AS yang dipicu oleh ketidakpastian di Eropa. Indeks bursa-bursa AS dimulai dengan positif setelah para pemimpin Eropa setuju untuk memberikan bantuan kepada perbankan Spanyol dan mengatakan akan menyiapkan dana pinjaman sebesar 100 miliar Euro (USD 123 miliar) untuk melindungi salah satu ekonomi terbesar di zona Euro tersebut. Namun kenaikan indeks-indeks AS tidak dapat bertahan setelah serangkaian laporan keuangan kuartal dua dan perkiraan laba akhir tahun beberapa emiten AS dirilis. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 83.17 poin atau 0.7% menjadi 12,653.12, dipimpin oleh penurunan 4.1% pada saham Alcoa Inc. (AA) setelah produsen alumunium tersebut melaporkan kerugian usaha pada kuartal-2. Indeks S&P 500 kehilangan 10.99 poin atau 0.8% ke 1,341.47, dengan sektor perindustrian dan material turun paling banyak. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 29.44 poin atau 1% ke 2,902.33, dan mencatat penurunan tiga hari berturut-turut.
 
IHSG berpotensi melemah hari ini setelah menurunnya saham-saham AS semalam dan Asia pagi ini. Selain itu, volume perdagangan berpotensi menurun pada hari pemilihan gubernur Jakarta hari ini. Kami memperkirakan indeks akan diperdagangkan dengan support di 3,955 dan resistance di 4,054.
 
Technical Recommendations:
PGAS (3,725) – BUY
Masih dalam trend bullish jangka pendek. Memotong upper bollinger band dan MA60. Tembs resistance 3,700. Volume signifikan, naik dari hari sebelumnya. MACD mulai sentuh level nol. Rekomendasi beli. Stop loss di 3,625. R2: 3,850, R1: 3,800, S1: 3,625, S2: 3,525. Trading Range : 3,625 – 3,800
 
ADRO (1,440) – SELL
Keluar dari trend bullish jangka pendek dan berhasil lewati support 1,470. Break MA10. Volume signifikan, naik dari hari sebelumnya. Momentum dead cross di level yang tinggi. Rekomendasi jual. R2: 1,620, R1: 1,530, S1: 1,390, S2: 1,320. Trading Range : 1,390 – 1,530
 
LPKR (830) – Spec. Buy
Masih bertahan dalam trend bullish jangka pendek. Akan menguji resistance 830. Volume naik dari hari sebelumnya. MACD masih bergerak dalam positive divergence. Rekomendasi beli jika break 830. R2: 850, R1: 840, S1: 810, S2: 800. Trading Range : 810 – 840
 
BMRI (6,950) – SELL
Momentum jangka panjang menunjukkan dimulainya bearish trend. Demikian pula dengan momentum jangka pendek. MACD (12, 26, 9) masih menunjukkan kekuatan sell. BMRI masih diperdagangkan di bawah moving average 7 hari, 20 hari dan 65 hari. Rekomendasi jual. R2: 7,100, R1: 7,000, S1: 6,900, S2: 6,800. Trading Range : 6,800 – 7,100.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads