Jakarta - IHSG kemarin ditutup melemah sebesar 0,9% di level 3.984,12 sejalan dengan laju koreksi bursa Asia lainnya akibat dari pemangkasan suku bunga Korea Selatan dan signifikannya penurunan data pekerjaan Australia. Hampir keseluruhan sektoral IHSG ditutup turun dipimpin oleh koreksi signifikan saham-saham sektoral pertambangan dan aneka industry. Sektoral infrastruktur merupakan satu-satunya sektoral yang ditutup menguat tipis. Sementara itu, asing membukukan transaksi net sell sebesar Rp 157 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 45.000 ke Rp 272.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 7.400, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 10.200; sedangkan saham-saham top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 37.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 50.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 14.900, dan Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 22.300.
Peringatan atas inferiornya perolehan laba emiten di 1H12 terutama saham-saham berbasis teknologi dan wait&see investor atas pengumuman data ekonomi China di akhir pekan ini mendorong bursa Wall Street dan Eropa semalam ditutup serentak mengalami pelemahan berkisar antara 0,2%-1%. Tekanan jual melanda saham-saham berbasis teknologi sejalan dengan kisi kisi kinerja perusahaan IT Infoys Ltd yang diperkirakan terkena efek dari perlambatan ekonomi global dan perusahaan IT lainnya. Namun demikian, ada secercah harapan dari membaiknya data pengangguran weekly AS yang mengalami penurunan sebanyak 26.000 yang dapat meredakan kekhawatiran investor atas ekonomi global.
Bursa Asia akhir pekan dipagi ini dibuka bervariasi dimana indeks Nikkei -0,1%; KOSPI -0,6%; STI +0,2% dan KLSE +0,08% menunggu data ekonomi China. Sementara itu, IHSG akhir pekan kami perkirakan masih bergerak fluktuatif dan bervariasi cenderung sideways.
(ang/ang)