First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Meningkat

First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Meningkat

- detikFinance
Senin, 23 Jul 2012 09:12 WIB
First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Meningkat
Jakarta - IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin bergerak mixed, cenderung melemah akibat aksi ambil untung investor. IHSG masih belum mampu dtutup di atas level penting 4100, sempat beberapa kali menembus level tersebut namun ditutup turun 14,995 poin atau 0,37% di posisi 4081,201. Aksi ambil untung terutama terjadi pada saham Grup Astra. Namun sepekan IHSG menguat 1,53% terutama terimbas sentimen positif dari pasar saham global dan respon pasar terhadap kinerja paruh pertama emiten.

Penguatan indeks sepekan kemarin juga seiring dengan masuknya dana asing hingga Rp.881,66 miliar di pasar saham. Saham-saham sektor konsumsi, perdagangan ritel, perbankan, properti, dan infrastruktur masih menjadi pilihan utama investor. Memasuki perdagangan awal pekan ini, pasar diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi.

Sentimen pasar kawasan dan global masih akan mendominasi sentimen pasar. Di Wall Street, indeks DJIA dan S&P akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi masing-masing 0,93% dan 1% setelah tiga hari sebelumnya mengalami penguatan. Koreksi ini dipicu kekhawatiran meningkatnya inflasi menyusul kenaikan harga komoditas pangan seperti jagung dan kedelai. Pasar juga kembali mengalihkan perhatiannya ke zona Euro terutama merespon yield obligasi Spanyol 10 tahun yang kembali meningkat menembus 7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Resiko pasar yang kembali meningkat dibayangi dengan ekspektasi kinerja emiten sektoral paruh pertama tahun ini yang positif membuat pergerakan pasar menjadi bervariasi. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan kisaran support di 4025-4050 dan resisten di 4100 dengan kecenderungan melanjutkan pelemahan.

IHSG : S1 4050 S2 4025 R1 4095 R2 4110

Saham Pilihan
PGAS 3675-3800 BoW, SL 3600
BRMS 315-355 TB, SL 310
MEDC 1780-1860 TB, SL 1760
KRAS 770-810 TB, SL 740
SSIA 1060-1120 TB, SL 1050
BSDE 1200-1250 SoS SL 1170
MAPI 7400-7650. Buy on Weakness, SL Rp.7200.
INDY 1820-1910. Buy on Weakness, SL 1770
BBNI 3800-3925 Buy on Weakness, Stop Loss 3725.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads