Jakarta -
IHSG berakhir negatif pada perdagangan Jumat (20/07). Indeks ditutup di 4,081.201, turun 14.995 poin atau 0.37% dari penutupan hari sebelumnya. Tujuh dari sembilan sektor utama IHSG melemah, dengan sektor aneka industri turun 2.27%, barang konsumen turun 1.18% dan sektor agrikultur turun 0.94%. Sementara indeks LQ 45 melemah 4.527 poin atau 0.65% ke 695.597. Sebagian besar saham-saham di bursa regional Asia turun pada perdagangan Jumat, setelah pada hari sebelumnya diperdagangkan cukup kuat. Aksi profit taking mewarnai bursa-bursa Asia menjelang akhir pekan ini. Sebanyak 138 saham tertekan, 96 saham menguat, dan 89 saham tidak berubah pada perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.017 miliar lembar saham senilai Rp 3.311 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 65.33 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Jumat antara lain Pool Advista Indonesia (POOL) naik 330 poin atau 24.44% menjadi Rp 1,680, H.M. Sampoerna (HMSP) bertambah 300 poin atau 0.59% ke Rp 50,850, Garda Tujuh Buana (BTBO) menguat 250 poin atau 4.63% ke Rp 5,650, Inovisi Infracom (INVS) naik 250 poin atau 3.94% ke Rp 6,600, dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik 200 poin atau 2.27% ke Rp 9,000. Sementara saham-saham yang termasuk jajaran top losers Jumat antara lain Eatertainment International (SMMT) turun 1,395 poin atau 64.14% ke Rp 780, United Tractors (UNTR) melemah 750 poin atau 3.33% ke Rp 21,750, Mayora Indah (MYOR) terpangkas 750 poin atau 3.29% ke Rp 22,050, Unilever Indonesia (UNVR) turun 750 poin atau 3.16% menjadi Rp 23,000, dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 550 poin atau 1.44% ke Rp 37,550.
Aksi jual melanda bursa-bursa AS pada perdagangan Jumat (20/07) seiring reaksi investor terhadap laporan keuangan kuartal ke-2 beberapa emiten AS dan kembalinya kekhawatiran tentang krisis utang Eropa. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 120.79 poin atau 0.9% menjadi 12,822.57, dengan 27 dari 30 komponennya melemah. Indeks Dow tercatat turun hampir 0.5% di bulan Juli. Indeks Nasdaq Composite terpangkas 40.6 poin atau 1.4% dan ditutup di level harian terendah di 2,925,30. Di bulan Juli, indeks Nasdaq membukukan penurunan 0.3%. Indeks S&P 500 kehilangan 13.85 poin atau sekitar 1% menjadi 1,362.66, dan membukukan kenaikan tipis, kurang dari 0.1% di bulan Juli. Laporan-laporan keuangan kuartal ke-2 emiten-emiten AS telah mendominasi fokus para pelaku pasar dalam sepekan terakhir. Namun perhatian investor kembali tertuju pada krisis utang zona Euro setelah imbal hasil obligasi Spanyol melonjak menjadi 7.3% pada hari Jumat, sehingga menimbulkan keraguan pasar terhadap kemampuan negara tersebut dalam mengendalikan masalah utangnya.
Saham-saham Indonesia berpotensi melemah dalam sesi perdagangan hari ini, mengikuti jejak saham-saham AS seiring dengan kembalinya kecemasan pasar ekuitas mengenai masalah utang Spanyol - yang menandakan masih berlanjutnya krisis utang Eropa yang telah terjadi selama lebih dari 2 tahun terakhir. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan antara support di 4,045 dan resistance di 4,124 hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sepekan ini, fokus investor regional Asia maupun global akan tertuju pada laporan keuangan emiten-emiten AS, terutama dari Apple Inc. (AAPL) dan Facebook Inc. (FB) yang masing-masing akan dirilis pada hari Selasa dan Kamis. Namun masalah utang Spanyol dan krisis utang Eropa masih dapat membatasi pergerakan pasar pekan ini.
Technical Recommendations:
ASII (6,600) – Spec. Sell. R2: 6,850, R1: 6,750, S1: 6,450, S2: 6,355
BHIT (405) – Buy on Weakness. R2: 450, R1: 430, S1: 385, S2: 365
BRNA (2,650) – Buy on Weakness. R2: 2,850, R1: 2,750, S1: 2,500, S2: 2,350
CPIN (3,100) – Spec. Sell. R2: 3,250, R1: 3,150, S1: 3,050, S2: 2,950
(ang/ang)