Hal ini menunjukan pemulihan krisis Eropa masih akan membutuhkan waktu yang panjang. Disamping itu data ekonomi AS seperti GDP dan tenaga kerja menunjukkan adanya pertumbuhan positif meski dengan trend yang melambat. Tambahan penyerapan tenaga kerja mencapai 88,000 pada bulan Juni lalu. Disisi lain laporan laba korporasi yang telah dipublikasikan sampai saat ini menunjukkan adanya pertumbuhan laba yang melambat.
Hal ini menyebabkan perdagangan di bursa komoditas, maupun bursa saham Asia pada hari ini berada pada area negatif. Harapan terhadap quantitatif easing oleh bank sentral AS kembali meningkat ketika tanda akselerasi pertumbuhan terlihat melambat. Kondisi diatas kemungkinan akan menyebabkan bursa saham Indonesia berada pada kisaran terbatas dengan kecenderungan melemah.
(ang/ang)











































