Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Melemah

Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Melemah

- detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 08:46 WIB
Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Melemah
Jakarta - IHSG kembali terkoreksi, asing net selling 130 bio. Pasar saham Indonesia kembali mengalami koreksi sebesar 0.44% dimana IHSG ditutup pada level 3,992. Sempat bergerak menguat selama sesi I perdagangan, namun investor melakukan aksi jual di sesi II perdagangan, sehingga pada penutupan IHSG mengalami koreksi. Investor asing sendiri mencatatkan posisi net selling senilai IDR 130 miliar. Penurunan terbesar terjadi pada sektor Infrastruktur (-0.97%), Perkebunan (-0.84%) dan Aneka Industri (-0.81%). Sementara itu tiga sektor ditutup naik adalah sektor Industri dasar (+0.54%), Perdagangan (+0.17%) dan Properti (+0.07%). Di pasar saham Asia hampir semua indeks ditutup menguat kecuali Nikkei 225 yang terkoreksi tipis 0.2%. Adapun indek Shanghai naik 0.2%, Kospi +0.3% dan Straits Times +0.5%. Penguatan yang terjadi di sektor manufaktur China menjadi katalis positif bagi penguatan bursa, dimana data HSBC/Markit China PMI Manufacture membaik ke level 49.5 dari sebelumnya 48.2. Meski dem ikian, langkah Moody’s Investor Service yang menurunkan outlook surat hutang Jerman, Belanda dan Luxemburg menjadi katalis negative yang menahan kenaikan indeks.

Sentimen negative Eropa dorong Wall Street melemah. Pasar saham Amerika kembali mengalami koreksi dimana indeks DJIA semalam ditutup melemah 0.82% ke level 12,617 sementara S&P 500 –0.90% ke 1,338 dan Nasdaq –0.94% ke 2,862. Memburuknya kondisi Eropa, terutama Yunani, menjadi katalis negative bagi Wall Street. Sebuah sumber resmi dari the European Union menyatakan pemerintah Yunani tidak berhasil memenuhi target pengurangan hutang sementara Wakil Kanselir Jerman, Philipp Roeslar, menyatakan Yunani terbukti telah gagal memenuhi sejumlah persyaratan yang diminta para kreditor guna memperoleh dana bailout. Sementara itu, langkah Moody’s Investor Service yang menurunkan outlook dari surat hutang Jerman, Belanda & Luxemburg memperburuk persepsi investor terhadap Eropa. Dari berita dalam negri sendiri, United Parcel Service Inc., yang biasanya dijadikan bellwether bagi kondisi ekonomi, merevisi earnings outlook mereka dimana UPS memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS tahun i ni hanya sebesar 1%. Harga saham UPS semalam anjlok 4.6%. House Price Index di bulan July sedikit membaik dengan naik 0.8% mom, diatas estimasi pasar +0.4% mom.

Indeks Fluktuatif, Cenderung Melemah (Range 3,975—4,020). IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin melanjutkan pelemahan yang terjadi sebelumnya, indeks juga tampak sedang mencoba untuk bertahan di atas EMA 50 yang mana memberikan peluang untuk mengalami technical rebound, namun jika indeks mampu melewatinya kemungkinan masih akan tetahan di support level yang cukup kuat di 3,975. Candle yang membentuk spinning tops menunjukkan adanya peluang untuk menguat. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan cenderung melemah terbatas.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads