Jakarta - Sebagian besar saham-saham Indonesia berakhir negatif pada perdagangan Selasa (24/07). IHSG kembali jatuh ke level di bawah 4,000, dan ditutup di 3,992.113, turun 17.680 poin atau 0.44% dari penutupan hari sebelumnya. Melemahnya indeks dibebani penurunan 6 dari 9 sektor utama, dengan sektor infrastruktur turun 0.97%, sektor agrikultur terpangkas 0.84% dan sektor aneka industri kehilangan 0.81%. Sementara indeks LQ 45 melemah 4.326 poin atau 0.63% ke 678.100. Krisis utang Yunani dan Spanyol tetap menjadi pemicu utama aksi jual di bursa-bursa regional Asia. Namun penurunan indeks bursa-bursa Asia masih terbatasi, setelah HSBC merilis hasil survei kegiatan manufaktur di China yang lebih baik dari perkiraan. Data HSBC China Manufacturing PMI untuk bulan Juli menunjukkan peningkatan menjadi angka indeks 49.5, dari sebelumnya 48.2 di bulan Juni. Angka indeks di atas 50 menunjukkan ekspansi kegiatan manufaktur, sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi manufaktur. Sebanyak 116 saham mengalami penurunan harian, 111 saham menguat, dan 95 saham lainnya stagnan pada perdagangan Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.235 miliar lembar saham senilai Rp 2.894 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 130.743 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Selasa antara lain Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 250 poin atau 1.32% ke Rp 19,150, Surya Citra Media (SCMA) menguat 200 poin atau 1.84% ke Rp 11,050, Semen Gresik (Persero) (SMGR) bertambah 200 poin atau 1.69% menjadi Rp 12,000, Eatertainment International (SMMT) naik 150 poin atau 15.79% ke Rp 1,100, dan Ace Hardware Indonesia (ACES) naik 100 poin atau 1.75% ke Rp 5,800. Sementara saham-saham top losers diantaranya Dian Swastatika Sentosa (DSSA) jatuh 1,000 poin atau 7.14% ke Rp 13,000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) terpangkas 900 poin atau 2.41% ke Rp 36,450, Astra Agro Lestari (AALI) melemah 850 poin atau 3.70% ke Rp 22,150, Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun 600 poin atau 3.61% ke Rp 16,000, dan Unilever Indonesia (UNVR) kehilangan 300 poin atau 1.32% dan ditutup di Rp 22,400.
Saham-saham AS kembali jatuh pada perdagangan Selasa, dan membukukan penurunan tiga digit dalam tiga hari berturut-turut, setelah laporan bahwa Yunani masih belum dapat membayar utang negaranya. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 104.14 poin atau 0.8% ke 12,617.32. Jatuhnya saham-saham AS dimulai saat dirilisnya berita bahwa Yunani perlu merestrukturisasi utang sebesar 200 miliar Euro (USD 242 miliar), sehingga semakin membebani bank sentral Eropa β ECB dan anggota-anggota zona Euro. Hanya 4 dari 30 komponen Dow menguat, dipimpin oleh saham J.P Morgan Chase & co. (JPM) dan Home Depot Inc. (HD). Indeks Nasdaq Composite turun 27.16 poin atau 0.9% dan ditutup di 2,862.99, setelah sempat menyentuh level terendah 2,847.22. Indeks S&P 500 turun 12.21 poin atau 0.9% ke 1,338.31. Saham-saham sektor telekomunikasi dan sektor energi mengalami penurunan terbanyak di antara 10 sektor utama S&P 500.
IHSG berpotensi melanjutkan penurunan hari ini, seiring jatuhnya indeks bursa-bursa AS dan Asia yang dipicu kemelut utang Yunani dimana negara tersebut kemungkinan harus merestrukturisasi utang sebesar USD 242 miliar. Hal tersebut semakin memperdalam sentimen negatif di pasar ekuitas dan komoditi global di tengah minggu ini. IHSG kami perkirakan akan diperdagangkan dalam rentang harga 3,950 dan 4,025 hari ini. GS
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
TLKM (8,750) β Spec. Sell. R2: 9,150, R1: 9,000, S1: 8,450, S2: 8,250
BRMS (420) β Spec. Buy. R2: 520, R1: 465, S1: 375, S2: 335
BBNI (3,775) β Spec. Sell. R2: 3,900, R1: 3,825, S1: 3,725, S2: 3,675
UNVR (22,400) β Spec. Sell. R2: 23,750, R1: 23,000, S1: 22,000, S2: 21,050
(ang/ang)