Namun jika koor tersebut tidak terealisasi dalam waktu dekat, mereka harus menghadapi kekecewaan pasar dengan skala yang sama seperti saat naiknya. Pertanyaannya adalah, jika pun bond buying jadi dilakukan, sampai berapa lama efek positifnya bisa bertahan di market? Pengalaman yang sudah-sudah, hanya berumur pendek! Rally akan sustainable jika pasar mulai melihat ada perubahan fundamental terutama dari perekonomian Amerika dan China.
Amerika baru saja merilis data GDP 2Q yang tumbuh 1,5% atau tipis diatas ekspektasi ekonom yang 1,4%. Angka itu turun dari 2% di 1Q sehingga wajar jika masih ada investor yang mengkhawatirkan kembalinya resesi. Namun dengan rendahnya figur GDP tersebut, The Fed diduga akan melakukan langkah serupa dengan ECB, yaitu menambah jumlah uang beredar dengan cara bond buying. Kepastian akan hal ini akan diketahui saat FOMC 1 Agustus nanti.
Pasca lonjakan harga yang tajam akhir pekan lalu, aksi profit taking bisa dengan mudah terjadi. Namun jika Dow dapat bertahan diatas 13000 atau IHSG dapat menembus dan bertahan diatas 4100, maka itu adalah modal awal rally yang lebih sustainable. Beberapa emiten yang merilis LK 1H12 pagi ini umumnya positif, terutama MAIN, KOBX dan BJBR. Namun ada yang mencuri start di MAIN dan KOBX, hati-hati saja. Buy BJBR target 1000 dan BBKP target 590. Harga DOC turun cepat sekali, hati-hati juga untuk CPIN dan JPFA. Coal stock semoga terseret rally saham sejenis di NYSE seperti Arch Coal yang naik 29% atau Peabody yang naik 6%.
(ang/ang)











































