Jakarta - IHSG terkoreksi 11.872 poin atau 0.29% pada perdagangan Rabu (01/08) dan berakhir di 4,130.465. Data manufaktur dari beberapa negara di Asia dan kehati-hatian investor menjelang hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS (The Fed) yang akan dirilis Rabu malam memicu turunnya indeks-indeks bursa Asia dan IHSG. Data HSBC China Purchasing Managersβ Index untuk bulan Juli memang menunjukkan kenaikan menjadi angka indeks 49.3 di bulan Juli dari sebelumnya 48.2 di bulan Juni, namun masih berada di bawah level 50, sehingga mengindikasikan berlanjutnya kontraksi kegiatan manufaktur di China. Sementara itu dari AS, pesimisme kembali mendominasi sentimen pasar, dimana banyak pelaku pasar yang skeptis terhadap kecukupan besarnya stimulus yang kemungkinan ada diadakan oleh bank sentral AS. Di IHSG sendiri, sebanyak 138 saham ditutup negatif, 109 saham naik, dan 95 saham lainnya stagnan. Transaksi di pasar reguler tercatat sebanyak 3.536 miliar lembar saham senilai Rp 4.018 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih dengan total nilai Rp 141.057 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Rabu antara lain Merck (MERK) naik 1,750 poin atau 1.21% ke Rp 146,750, Multi Bintang Indonesia (MLBI) menguat 1,500 poin atau 0.21% menjadi Rp 706,500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) bertambah 1,150 poin atau 3.23% ke Rp 36,700, Multi Prima Sejahtera (LPIN) naik 425 poin atau 14.05% menjadi Rp 3,450, dan BFI Finance Indonesia (BFIN) menambah 350 poin atau 8.33% ke Rp 4,550. Sementara saham-saham top losers diantaranya Gudang Garam (GGRM) turun 4,150 poin atau 7.36% ke Rp 52,200, Mayora Indah (MYOR) turun 750 poin atau 3.35% ke Rp 21,650, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) terpangkas 700 poin atau 3.26% di Rp 20,800, H.M. Sampoerna (HMSP) turun 500 poin atau 0.96% ke Rp 51,500, dan Indo Kordsa (BRAM) kehilangan 450 poin atau 13.43% di Rp 2,900.
Saham-saham AS turun pada perdagangan Rabu, setelah bank sentral AS β the Fed tidak merinci langkah stimulus yang akan diambil, berlawanan dengan harapan para pelaku pasar. Namun the Fed mengatakan bahwa aktivitas ekonomi AS memang telah menurun dalam semester pertama tahun ini. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 32.55 poin atau 0.3% ke 12,976.13. Indeks S&P 500 kehilangan 4 poin atau 0.3% ke 1,375.32, dengan sektor energi mengalami kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 19.31 poin atau 0.7% ke 2,920.21.
IHSG berpotensi kembali melemah hari ini, seiring kekecewaan para pelaku pasar global terhadap tidak adanya langkah stimulus yang jelas dari bank sentral AS β the Fed. Selain itu, pasar juga cenderung berhati-hati menjelang keputusan tingkat suku bunga oleh bank sentral Eropa β ECB pada pukul 18:45 WIB nanti. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dalam rentang harga 4,092 dan 4,153.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
ASII (7,100) β Spec. Buy. R2: 7,425, R1: 7,270, S1: 6,900, S2: 6,750
GGRM (52,200) β SELL. R2: 55,500, R1: 53,500, S1: 51,600, S2: 50,050
UNVR (24,100) β Spec. Buy. R2: 24,300, R1: 24,200, S1: 23,900, S2: 23,700
BDMN (6,100) β BUY. R2: 6,167, R1: 6,133, S1: 6,033, S2: 5,967.
(ang/ang)