Jakarta - Laju penguatan IHSG akhirnya tertahan aksi profit taking. Indeks yang sempat mencapai posisi tertinggi 4145 akhirnya tergerus ke level 4105, dengan penguatan hanya 5 poin setara 0.14%. Indeks sejatinya sejak dibuka telah langsung melesat terbawa sentimen positif akan data ekonomi Amerika yang membaik. Dari dalam negeri, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,4% cukup mengesankan di tengah gejolak ekonomi global melanda Eropa dan berbagai wilayah di dunia. Namun aksi ambil untung saham-saham unggulan akhirnya tak dapat ditahan, investor lokal dan asing merealisasikan keuntungan atas saham-saham yang harganya telah naik tinggi. Aliran dana asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai 81 M di pasar. Sektor perbankan melemah paling tinggi mencapai -0.74%. Adapun top losers dari emiten BMRI, AKRA, TLKM, ICBP.
Penguatan terbatas IHSG masih terbuka dalam pergerakan sempit dengan menguji level 4115 agar berada di atas MA-5. Indeks mencoba membentuk pola ascending triangle. Namun demikian waspadai aksi ambil untung. Indikator Stochastic maupun MACD terlihat bergerak downtrend bahkan indikator MACD potensi death cross. Sepanjang indeks di atas level 4059 masih dalam kondisi tren naik. Saham unggulan maupun saham lapis dua bertahan dalam posisi tren naik. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 4080 hingga 4130.
(ang/ang)