Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat

Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat

- detikFinance
Rabu, 08 Agu 2012 08:19 WIB
Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat
Jakarta - IHSG terkoreksi meski regional membiru. Pasar saham Indonesia mengalami koreksi di tengah membirunya pasar saham regional. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup turun 0.48% ke level 4,085 dengan koreksi terbesar dicatatkan oleh sektor Barang Konsumsi (-1.46%), Manufaktur (-0.73%) dan Infrastruktur (-0.47%). Adapun saham yang menjadi market laggard adalah saham UNVR (-2.4%), EXCL (-4.4%) dan BBRI (-1.4%). Meski mengalami koreksi, investor asing mencatatkan posisi net buying senilai IDR 120 miliar. Pasar saham Asia sendiri mengalami penguatan sebagai respons positif atas dukungan pemerintah Jerman kepada program pembelian obligasi yang dicanangkan oleh Bank Sentral Eropa. Indeks Nikkei 225 kemarin naik 0.9%, Kospi +0.1%, Hang Seng +0.4% dan Shanghai +0.1%. Namun demikian, kami khawatir optimisme ini tidak akan berlangsung lama terkait langkah lembaga rating Standard & Poor’s yang menurunkan outlook surat hutang Yunani menjadi β€œnegative” dari sebelumnya β€œstable”. S&P meni lai terdapat resiko pemerintah Yunani gagal memenuhi target pemotongan anggaran seperti yang disyaratkan oleh Troika. Akibatnya, Yunani terancam kehabisan dana untuk menjalankan roda pemerintahannya jika pengucuran dana talangan lanjutan dihentikan. Rating surat hutang Yunani sendiri saat ini CCC, atau 8 tingkat dibawah investment grade.

Harapan stimulus ekonomi kembali mewacana. Pasar saham Amerika ditutup menguat pada perdagangan semalam terkait kinerja keuangan sejumlah perusahaan yang diatas estimasi serta kembali munculnya harapan the Federal Reserve akan menggelontorkan stimulus ekonomi. Indeks DJIA ditutup naik 0.39% ke 13,168, S&P 500 +0.51% ke 1,401 dan Nasdaq +0.87% ke 3,015. Chasepeake Energy Corp., yang merupakan produsen gas alam terbesar kedua Amerika, membukukan laba bersih tertinggi dalam sejarah perusahaan tersebut, sementara laba bersih Fossil Inc. tumbuh diatas estimasi pasar. Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, 72% perusahaan yang tercatat dalam indeks S&P 500 mencatatkan kinerja yang mengagumkan selama 2Q ini. Sementara itu, Presiden the Fed Boston, Eric Rosengren, mengindikasikan the Fed siap meluncurkan program stimulus ekonomi dengan jumlah yang cukup besar.

Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat (Range 4,060β€”4,105). IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin melanjutkan pelemahan yang terjadi sebelumnya, indeks tampak sedang menguji support level terdekatnya di 4,085 yang mana jika mampu melewati level tersebut dimungkinkan untuk kembali menguji support level pada equidistant channel di 4,060 hingga 4,045, namun kemampuan indeks bertahan di atas support level 4,085 memungkinkan baginya untuk mengalami technical rebound dan melanjutkan masa konsolidasinya. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif cenderung menguat.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads