Data inflasi China Juli lalu sebesar 1,8%, lebih rendah dari bulan sebelumnya di 2,2% menjadi pemicu utama penguatan bursa saham Asia kemarin. Inflasi China Juli merupakan terendah dalam 30 bulan terakhir. Dengan redahnya tekanan inflasi, memicu kembali spekulasi China akan memiliki ruang untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneternya guna mencegah perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.
Faktor sentimen kawasan tersebut kemudian ditopang pula oleh kebijakan BI yang kembali menahan tingkat bunga acuannya pada level saat ini di 5,75%. Dari perkembagan pasar global, tadi malam sejumlah indeks bursa saham di AS maupun zona Euro ditutup mixed. Indeks DJIA di Wall Street ditutup turun tipis 0,08% dan indeks S&P naik tipis 0,04%. Angka jobless claims pekan kemarin, diluar perkiraan, turun menjadi 361.000. Sedangkan harga minyak mentah naik tipis ke USD93,36/ barrel menyusul data ekonomi China dan badai tropis Ernesto yang mengakibatkan ditutupnya instalasi pelabuhan minyak di Teluk Meksiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4110 S2 4080 R1 4150 R2 4180
Saham Pilihan
ASII 6950-7350 TB, SL 6900
MEDC 1710-1790 TB, SL 1700
INDY 1730-1820 Buy, SL 1710
BBRI 6950-7200 SoS
BMRI 8200-8500 SoS
BBCA 7900-8250 Buy break 8050, SL 7800
MAIN 1510-1620 TB, SL 1500
(ang/ang)











































