Kondisi ini kemudian diperburuk dengan melemahnya pergerakan pasar saham Asia. Langkah Bank of America Merrill Lynch, setelah Barclays pekan lalu, yang menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi China tahun ini dari 8% menjadi 7,7% turut menekan pasar. Indeks Shanghai Composite China terkoreksi 1,5% merespon berita tersebut.
Isu perlambatan China tersebut juga menekan pergerakan harga saham batubara. Selain China, Jepang juga tengah menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Jepang 2Q12 hanya 1,4%, turun drastis dari 1Q12 sebesar 5,5% dan lebih rendah dari estimasi sebelumnya 2,7%. Perlambatan di dua negara ekonomi utama Asia tersebut telah ikut menekan pasar saham AS tadi malam. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing melemah 0,29% dan 0,13% setelah selama lima pekan terakhir membukukan penguatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4080 S2 4050 R1 4150 R2 4180
Saham Pilihan
MDLN 440-470 TB, SL 435
PGAS 3600-3800 BoW, SL 3575
MNCN 2175-2300 TB, SL 2100
AKRA 3500-3600 TB, SL 3450
BNGA 1180-1240 SoS
(ang/ang)










































