Jakarta - IHSG kehilangan 39.034 poin atau 0.94% di 4,102.530 pada penutupan perdagangan Senin (13/08), seiring dengan melemahnya sebagian besar indeks-indeks bursa saham Asia setelah beberapa bank memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi China. Seluruh sektor utama dalam IHSG melemah, dengan sektor pertambangan turun 1.77%, sektor infrastruktur 1.67% dan sektor aneka industri terpangkas 1.29%. Indeks LQ 45 berakhir negatif 7.457 poin atau 1.05% di 706.029. Turunnya IHSG dan indeks bursa-bursa saham regional Asia pada hari Senin juga terjadi setelah Jepang merilis data pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan melemahnya ekonomi negara tersebut. Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang untuk kuartal ke-2 hanya bertambah 1.4% dari kuartal sebelumnya, dibawah konsensus yang memperkirakan ekonomi negara tersebut dapat tumbuh 2.7% di kuartal ke-2. Hal tersebut semakin memperdalam kekhawatiran pasar terhadap merosotnya ekonomi global. Sebanyak 177 saham jatuh, 62 saham naik, dan sisanya 221 saham stagnan pada perdagangan Senin di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.054 miliar lembar saham senilai Rp 2.464 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih dengan nilai total Rp 162.247 miliar. Saham-saham yang mengkontribusi negatif pada IHSG antara lain Mayora Indah (MYOR) turun 850 poin atau 3.96% ke Rp 20,600, Surya Toto Indonesia (TOTO) melemah 500 poin atau 6.80% ke Rp 6,850, Indo Tambangraya Megah (ITMG) terpangkas 450 poin atau 1.18% menjadi Rp 37,550, Sucaco (SCCO) kehilangan 450 poin atau 8.18% ke Rp 5,050, dan United Tractors (UNTR) turun 300 poin atau 1.34% ke Rp 22,150. Sementara saham-saham yang menahan turunnya IHSG dengan mengkontribusi positif antara lain Metropolitan Kentjana (MKPI) naik 500 poin atau 16.67% ke Rp 3,500, Gudang Garam (GGRM) menguat 250 poin atau 0.49% ke Rp 51,450, H.M. Sampoerna (HMSP) bertambah 200 poin atau 0.39% ke Rp 51,500, Mandom Indonesia (TCID) mencetak 150 poin atau 1.81% di 8,450, dan Eatertainment International (SMMT) naik 150 poin atau 6.82% ke Rp 2,350. Bursa saham Indonesia akan ditutup dari tanggal 17 Agustus sampai dengan 22 Agustus untuk merayakan hari kemerdekaan RI dan Idul Fitri. Bursa akan kembali dibuka hari Kamis, 23 Agustus 2012.
Sebagian besar saham-saham AS berakhir turun moderat dalam sesi perdagangan yang relatif sepi hari Senin (14/08). Data ekonomi Jepang yang lebih lemah dari perkiraan juga ikut memicu sentimen negatif di pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 38.52 poin atau 0.3% menjadi 13,169.43, dengan lima dari 30 komponennya menguat. Di awal sesi perdagangan, Dow Jones sempat menyentuh 13,112.94, atau melemah 0.7%. Indeks S&P 500 berakhir di 1,404.11, turun 1.76 poin atau 0.1% dari penutupan hari sebelumnya. Saham-saham sektor teknologi menjadi motor penggerak indeks S&P 500. Indeks Nasdaq Composite berhasil menguat dan ditutup di zona positif, dengan kenaikan 1.66 poin atau kurang dari 0.1% di 3,022.52. Nasdaq Composite sempat menyentuh level terendah di 2,999.12 atau turun 0.7% di awal sesi perdagangan.
IHSG berpeluang menguat hari ini, seiring menguatnya bursa-bursa saham Asia yang didukung kenaikan saham-saham properti dan exportir. Indeks-indeks bursa AS berakhir turun moderat semalam, namun hal tersebut tidak membatasi positifnya pasar Asia hari ini. IHSG kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,076 dan resistance di 4,180.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
INDF (5,250) β Spec. Sell. R2: 5,500, R1: 5,350, S1: 5,100, S2: 5,000
PNLF (129) β Spec. Sell. R2: 138, R1: 134, S1: 125, S2: 122
SSIA (1,070) β SELL. R2: 1,150, R1: 1,110, S1: 1,020, S2: 980
BBNI (3,700) β SELL. R2: 3,875, R1: 3,800, S1: 3,625, S2: 3,525
(ang/ang)