Jakarta - IHSG mengalami rebound dan berakhir di zona positif pada penutupan perdagangan Selasa (14/08), dengan kenaikan 19.026 poin atau 0.46% di 4,121.556. Menguatnya IHSG terjadi seiring penutupan positif bursa-bursa regional Asia, yang dipicu oleh kembalinya ekspektasi pasar bahwa bank-bank sentral global akan mengambil kebijakan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Ekspektasi tersebut kembali muncul setelah bank sentral Jepang β BOJ, merilis laporan hasil rapat dewan gubernur yang menunjukkan sikap keterbukaan BOJ terhadap opsi-opsi kebijakan moneter dalam upaya meredam efek krisis utang Eropa terhadap negaranya. Selain itu, investor juga mengantisipasi data penjualan ritel (Retail Sales) AS untuk bulan Juli yang akan dirilis hari Selasa malam dan diperkirakan naik 0.3% dari bulan sebelumnya. Saham-saham di delapan dari sembilan sektor utama mendukung kenaikan IHSG, dengan sektor aneka industri meningkat 1.02%, sektor industri dasar naik 0.99%, dan sektor barang konsumen naik 0.83%. Sementara indeks LQ 45 bertambah 3.948 poin atau 0.56% ke 709.977. Sebanyak 110 saham menguat, 96 saham melemah, dan 113 saham lainnya stagnan pada hari Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.041 miliar lembar saham senilai Rp 2.115 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 134.055 miliar. Saham-saham yang mendukung kenaikan IHSG dengan mengkontribusi positif pada perdagangan Selasa antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik 15,000 poin atau 7.69% ke Rp 210,000, Goodyear Indonesia (GDYR) menguat 900 poin atau 7.44% menjadi Rp 13,000, Unilever Indonesia (UNVR) bertambah 550 poin atau 2.20% ke Rp 25,500, Semen Gresik (Persero) (SMGR) mencetak 450 poin atau 3.60% di Rp 12,950, dan Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 300 poin atau 1.65% ke Rp 18,500. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan harian terbanyak diantaranya saham Fast Food Indonesia (FAST) turun 1,000 poin atau 7.14% ke Rp 13,000, Indo Kordsa (BRAM) melemah 150 poin atau 6.00% di Rp 2,350, Gudang Garam (GGRM) terpangkas 100 poin atau 0.19% menjadi Rp 51,350, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) kehilangan 100 poin atau 1.12% di Rp 8,850, dan Petrosea (PTRO) turun 100 poin atau 4.17% menjadi Rp 2,300.
Saham-saham AS menghapus kenaikan di awal sesi pada perdagangan Selasa (14/08), setelah laporan bahwa Yunani kembali mencari tambahan dana bantuan untuk mengimplementasikan program penghematan anggaran negaranya. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di 13,172.14, hanya naik 2.71 poin atau kurang dari 0.1%, setelah sebelumnya sempat naik 53 poin di awal sesi. Indeks S&P 500 turun 0.18 poin dan ditutup di 1,403.93, dengan sektor barang konsumen menahan penurunan indeks tersebut dengan menguat di antara sektor-sektor lainnya. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 5.54 poin atau 0.2% dan ditutup di 3,016.98. Berita dari Financial Times melaporkan bahwa Yunani membutuhkan perpanjangan 2 tahun untuk program penghematan anggaran negaranya, sehingga hanya akan mengurangi defisit anggaran sebesar 1.5%, dari rencana pengurangan defisit 2.5% yang semula disepakati bersama dengan IMF dan komisi Eropa. Hal tersebut membalikkan arah pasar ekuitas AS yang telah terangkat oleh data penjualan ritel (Retail Sales) di awal sesi perdagangan.
IHSG kemungkinan akan diperdagangkan melemah hari ini, seiring dengan turunnya indeks bursa-bursa regional Asia pagi ini kendati data penjualan retail (Retail Sales) AS yang dirilis semalam menunjukkan konsumsi masyarakat AS yang meningkat. Para pelaku pasar mulai meragukan akan adanya kebijakan stimulus dari bank-bank sentral utama dunia dalam waktu dekat ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,074 dan resistance di 4,147.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
SMGR (12,950) β BUY. R2: 13,400, R1: 13,050, S1: 12,700, S2: 12,400
MNCN (2,300) β Spec. Buy. R2: 2,400, R1: 2,350, S1: 2,250, S2: 2,175
BUMI (1,030) β Spec. Sell. R2: 1,150, R1: 1,080, S1: 1,000, S2: 970
TLKM (8,850) β Spec. Sell. R2: 9,300, R1: 9,050, S1: 8,450, S2: 8,250
(ang/ang)