Sementara perkembangan bursa global selama awal pekan ini cenderung terkoreksi setelah pekan sebelumnya menguat. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street selama tiga hari pertama pekan ini cenderung terkoreksi rata-rata 0,77% dan 0,33%, setelah pekan kemarin masing-masing menguat 0,51% dan 0,87%. Koreksi yang terjadi di pasar saham AS pekan ini lebih dipicu aksi ambil untung pelaku pasar mengingat indeks saham utama seperti S&P telah mencapai level tertingginya sejak Mei 2008.
Beberapa faktor positif yang menggerakkan pasar saham global adalah data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, keinginan China untuk meningkatkan konsumsi domestik dan harapan atas langkah ECB melakukan tindakan untuk menurunkan yield obligasi Spanyol dan Italia. Tadi malam di Wall Street, pasar juga menyambut positif pernyataan The Fed yang kembali memberikan sinyal untuk stimulus lanjutan (QE3). Sementara sentimen negatif masih terkait dengan perkembangan krisis utang di zona Euro, terutama akhir pekan ini pasar menanti agenda pertemuan PM Yunani dengan para pemimpin zona Euro untuk mengatasi krisis utang di negara tersebut. Angka ekspor Jepang yang turun juga menekan pasar saham Asia kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4150 S2 4110 R1 4180 R2 4200
Saham Pilihan
AKRA 3550-3700 Buy, SL 3500
BBRI 7000-7250 SoS
CPIN 2925-3100 TB, SL 2900
TLKM 9650-10000 TB, SL 9500
BBNI 3775-3900 TB, SL 3725
ISAT 5200-5500 TB, SL 5100
BORN 480-530 TB, SL 470
ASRI 470-495 TB, SL 460
SSIA 1090-1150 TB, SL 1070
(ang/ang)











































