Sebelumnya bursa-bursa di kawasan Asia pada perdagangan sore kemarin ditutup relatif menguat sejalan munculnya optimisme bahwa bank sentral segera mengeluarkan stimulus untuk mendukung perekonomian global, dimana Hangseng naik ke level 20.132,24 (+1,23%), STI naik ke level 3.059,76 (+0,34%), Nikkei naik ke level 9.178,12 (+0,51%) dan Kospi naik ke level 1942,54 (+0,38%).
Sementara itu Pasar Saham Eropa kehilangan momentum setelah keluarnya data Jerman yang justru meningkatkan kekhawatiran Eurozone tergelincir ke dalam resesi sehingga rata-rata bursa ditutup melemah, kecuali FTSE yang relatif flat di level 5.776,60 (+0,04%), DAX turun ke level 6.949,57 (-0,97%) dan CAC40 turun ke level 3.432,56 (-0,84%).
Demikian pula Pasar Saham Wall Street yang akhirnya ditutup melemah, dengan memudarnya sinyal bahwa The Fed akan segera meluncurkan stimulus moneter baru. Pada perdagangan Kamis waktu setempat Dow Jones Industrial berada di level 13.057,46 atau turun 115,30 poin (-0,88%). Indeks Komposit Nasdaq berada di level 3.053,40 atau turun 20,27 poin (-0,66%) dan Indeks S&P500 berada di level 1.402,08 atau turun 11,41 poin (-0,81%).
Hari ini Perdagangan di Bursa Indonesia diperkirakan kembali fluktuatif dengan kecenderungan melemah karena rawan profit taking setelah kenaikan 4 hari berturut-turut. Prediksi IHSG akan bergerak di sekitar level 4.108 - 4.199.
(ang/ang)











































