Sementara problem perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih menjadi persoalan besar. Ini terlihat dari data-data ekonomi sejumlah negara utama dunia yang belum menunjukkan terjadinya recovery. Penyelesaian krisis utang zona Euro belum banyak mencatatkan kemajuan berarti. Di belahan bumi lain, perlambatan ekonomi China kembali terkonfirmasi dengan keluarnya data manufaktur China yang turun ke level terendah dalam sembilan bulan terakhir. Indeks manufaktur China, HSBCβs Initial Purchasing Managerβs Index, Agustus turun ke 47,8 dari 49,3 (Juli).
Dengan perkembangan perekonomian global yang masih diliputi suasana krisis, pelaku pasar di AS tadi malam kembali melepas portofolio aset beresikonya. Rencana stimulus lanjutan The Fed diperkirakan akan sulit terlaksana dalam waktu dekat. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street ditutup terkoreksi masing-masing 0,88% dan 0,81%. Harga minyak mentah juga drop 1,33% di posisi USD95,97/ barrel. Perkembangan bursa global yang kurang menguntungkan tersebut diperkirakan akan berimbas pada perdagangan akhir pekan ini. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4130 dan resisten di 4180 dengan kecenderungan melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
BISI 1110-1230 TB, SL 1090
ENRG 116-130 buy break 116
TINS 1340-1380 Buy break 1340, SL 1320
SSIA 1150-1220 SoS,
AKRA 3650-3900 SoS
SIMP 1320-1380 TB, SL 1290
LSIP 2525-2700 TB, SL 2475
(ang/ang)











































