Phillip Securities: Stimulus The Fed Diragukan, IHSG Diprediksi Negatif

Phillip Securities: Stimulus The Fed Diragukan, IHSG Diprediksi Negatif

- detikFinance
Jumat, 24 Agu 2012 09:13 WIB
Phillip Securities: Stimulus The Fed Diragukan, IHSG Diprediksi Negatif
Jakarta - Mengakhiri perdagangan hari pertama setelah liburan Idul Fitri, IHSG bertahan di zona positif setelah sebelumnya sempat diperdagangkan negatif pada sesi siang. Indeks ditutup di 4,162.659, naik 2.151 poin atau 0.05%. Saham-saham di delapan dari sembilan sektor utama mendukung kenaikan IHSG, dengan sektor industri dasar naik 0.80%, sektor agrikultur bertambah 0.66%, dan sektor finansial menguat 0.41%. Namun LQ 45 - indeks yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, hampir tidak berubah dengan penurunan 0.451 poin atau 0.06% di 718.118. Sebagian besar indeks-indeks bursa saham Asia ditutup positif pada perdagangan Kamis (23/08), dipicu oleh optimisme bahwa bank-bank sentral dunia terutama bank sentral AS - the Fed, dan bank sentral China – PBOC, akan mengambil langkah stimulus dalam waktu dekat. The Fed dalam laporan hasil rapat dewan gubernur yang dirilis Rabu (22/08) malam menunjukkan bahwa bank sentral tersebut sedang mendiskusikan rencana pelonggaran kuantitatif ke-3 (QE3) dalam pertemuan terakhir. Hal tersebut memicu reli saham-saham AS pada perdagangan Rabu. Di IHSG sendiri, 126 saham ditutup positif, 92 saham melemah, dan 92 saham stagnan. Lebih dari 2.445 miliar lembar saham senilai Rp 3.986 triliun diperdagangkan di pasar reguler, sementara investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 142.57 miliar. Saham-saham top gainers Kamis antara lain Gudang Garam (GGRM) naik 600 poin atau 1.16% ke Rp 52,200, Sarana Menara Nusantara (TOWR) menguat 500 poin atau 2.56% ke Rp 20,000, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) bertambah 350 poin atau 1.69% menjadi Rp 21,000, Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mencetak 225 poin atau 5.26% di Rp 4,500, dan Eatertainment International (SMMT) naik 225 poin atau 8.18% ke Rp 2,975. Sementara saham-saham top losers diantaranya Surya Toto Indonesia (TOTO) turun 650 poin atau 8.44% ke Rp 7,050, Lion Metal Works (LION) melemah 500 poin atau 5.00% menjadi Rp 9,500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) kehilangan 450 poin atau 1.18% di Rp 37,800, Surya Citra Media (SCMA) jatuh 300 poin atau 2.93% ke Rp 9,950, dan Mayora Indah (MYOR) turun 300 poin atau 1.48% ke Rp 20,000.

Saham-saham AS turun tajam pada perdagangan Kamis (23/08), setelah komentar dari salah satu pejabat bank sentral AS memupuskan ekspektasi pasar terhadap adanya kebijakan stimulus oleh the Fed dalam waktu dekat. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 115.3 poin atau 0.9% di 13,057.46, dengan hanya dua dari 30 komponen Dow mencatat kenaikan. Saham Hewlett-Packard Co. (HPQ) turun 8.2% setelah perusahaan komputer tersebut memproyeksikan laba tahun 2012 di bawah ekspektasi para pelaku pasar. Indeks S&P 500 melemah 11.41 poin, atau 0.8% menjadi 1,402.08, dengan sektor sumber daya alam turun paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite terpangkas 20.27 poin atau 0.7% dan ditutup di 3,053.40. Sehari setelah bank sentral AS - the Fed, merilis laporan hasil rapat dewan gubernur yang mengindikasikan adanya rencana pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) ke-3 oleh the Fed, presiden bank sentral St. Louis - James Bullard mengatakan bahwa hasil rapat tersebut tidak mencerminkan tindakan yang dapat diambil oleh the Fed saat ini, dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap adanya kebijakan pelonggaran moneter.

IHSG berpotensi melemah hari ini, seiring dengan bias negatif indeks bursa-bursa Asia pagi ini setelah pasar kembali meragukan adanya stimulus ekonomi oleh the Fed dalam waktu dekat. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,116 dan resistance di 4,206 hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
AKRA (3,725) – Buy on Weakness. R2: 3,900, R1: 3,800, S1: 3,600, S2: 3,500
ADRO (1,450) – SELL. R2: 1,580, R1: 1,500, S1: 1,380, S2: 1,320
GGRM (52,200) – Trading Buy. R2: 53,250, R1: 52,500, S1: 51,000, S2: 50,500
SSIA (1,180) – Buy on Weakness. R2: 1,240, R1: 1,210, S1: 1,150, S2: 1,100

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads