First Asia Capital: Indeks Cenderung Melemah

First Asia Capital: Indeks Cenderung Melemah

- detikFinance
Rabu, 29 Agu 2012 09:35 WIB
First Asia Capital: Indeks Cenderung Melemah
Jakarta - Perdagangan kemarin diwarnai tekanan jual atas saham-saham emiten Grup Bakrie. Namun sejumlah saham unggulan berhasil menahan kejatuhan indeks komposit. IHSG ditutup melemah tipis 3,030 poin di posisi 4142,848. Tekanan jual terutama terjadi pada saham Bumi Resources yang terkoreksi hingga hampir 15%. Pelaku pasar kembali melepas saham BUMI setelah kecewa dengan kinerja paruh pertamanya yang rugi hingga USD322 juta. Koreksi ini berimbas negatif atas saham pertambangan lainnya. Secara umum pergerakan pasar masih minim insentif positif. Investor lebih banyak mengambil sikap wait and see menanti perkembangan dari zona Euro dan AS terkait rencana stimulus lanjutan yang diharapkan efektif September mendatang.

Perkembangan pasar saham global tadi malam juga masih bergerak flat, tidak banyak memberikan insentif positif di pasar. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street ditutup masing-masing terkoreksi tipis 0,17% dan 0,08%. Sedangkan indeks Nasdaq menguat 0,13%. Data ekonomi AS yang keluar tadi malam bervariasi. Indeks harga rumah di sejumlah kota metropolitan di AS naik pertama kali sejak 2010. Sedangkan indeks sentimen konsumen Agustus turun ke titik terendah dalam sembilan bulan terakhir. Harga minyak mentah di AS naik tipis 0,6% di USD97,48/barrel. Pelaku pasar masih menanti pernyataan The Fed akhir pekan ini di depan konfrensi bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming, dimana The Fed diharapkan memberikan pernyataan strategis mengenai kebijakan stimulus lanjutan. Pada perdagangan hari ini pergerakan pasar diperkirakan masih akan bervariasi dalam rentang sempit.

IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang sekitar 30-50 poin dengan kecenderungan melemah. Level support IHSG di 4130 dan resisten di 4180.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG : S1 4130 S2 4100 R1 4180 R2 4200

Saham Pilihan
ASII 6950-7250 Buy, SL 6800
UNTR 21450-22450 Buy, SL 21000
SSIA 1150-1220 SoS
LSIP 2475-2625 BoW
PNBN 660-710 BoW, SL 650
BORN 520-600 TB, SL 495

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads