Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Sideways

Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Sideways

- detikFinance
Rabu, 29 Agu 2012 09:47 WIB
Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Sideways
Jakarta - Sebagian besar saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berakhir negatif pada perdagangan Selasa (28/08), dengan IHSG melemah 3.030 poin atau 0.07% ke 4,142.848. Empat dari sembilan sektor utama IHSG mengalami penurunan, dengan sektor pertambangan jatuh 1.37%, sektor industri dasar turun 0.56%, dan sektor infrastruktur kehilangan 0.09%. Indeks LQ 45, yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, turun tipis 1.266 poin atau 0.18% ke 711.942. Lebih dari 90 saham menguat, 140 saham turun, dan sisanya 226 saham stagnan pada perdagangan Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.676 miliar lembar saham senilai Rp 3.039 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 21.464 miliar. Indeks-indeks bursa saham Asia berakhir mixed pada perdagangan Selasa, dengan para pelaku pasar cenderung menunggu simposium ekonomi di Jackson Hole, AS, yang diharapkan akan memberikan konfirmasi atau setidaknya sinyal adanya stimulus ekonomi dari bank sentral AS (the Fed). Sementara itu, indeks Nikkei Jepang berakhir negatif pada hari Selasa setelah pemerintah Jepang memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk pertama kalinya tahun ini dengan mempertimbangkan beberapa faktor, terutama pertumbuhan ekspor Jepang yang rendah. Saham-saham yang mengkontribusi positif pada hari Selasa diantaranya Delta Djakarta (DLTA) naik 10,000 poin atau 4.35% ke Rp 240,000, Multi Prima Sejahtera (LPIN) bertambah 900 poin atau 19.57% menjadi Rp 5,500, Goodyear Indonesia (GDYR) menguat 750 poin atau 5.77% di Rp 13,750, Smart (SMAR) mencetak 400 poin atau 6.30% di Rp 6,750, dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 400 poin atau 1.96% ke Rp 20,850. Sementara saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak antara lain Gudang Garam (GGRM) turun 650 poin atau 1.25% ke Rp 51,250, Sucaco (SCCO) kehilangan 500 poin atau 9.09% menjadi Rp 5,000, Lion Metal Works (LION) melemah 300 poin atau 3.00% di Rp 9,700, Mitra Adiperkasa (MAPI) terpangkas 300 poin atau 4.29% menjadi Rp 6,700, Chandra Asri Petrochemical (TPIA) turun 275 poin atau 11.00% ke Rp 2,225.

Saham-saham blue-chip AS melemah pada perdagangan Selasa, sementara indeks Nasdaq Composite berakhir dengan kenaikan tipis di tengah rendahya volume perdagangan seiring dengan sikap menunggu para investor menjelang simposium ekonomi di Jackson Hole, AS pada hari Sabtu ini. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 21.68 poin atau 0.2% dan ditutup di 13,102.99. Indeks S&P 500 turun hanya 1.14 poin atau 0.1% menjadi 1,409.30, dengan sektor barang konsumen berakhir positif, sementara sektor telekomunikasi mengalami penurunan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite naik 3.95 poin atau 0.1% ke 3,077.14. Meskipun sebagian pelaku pasar menilai bahwa ketua the Fed – Ben Bernanke kemungkinan besar tidak akan mengumumkan kebijakan pelonggaran kuantitatif pada simposium ekonomi di Jackson Hole hari Sabtu ini, namun investor cukup berhati-hati dengan kemungkinan adanya sinyal-sinyal stimulus dari the Fed.

Perdagangan hari ini berpotensi datar, dengan sebagian besar pelaku pasar kemungkinan akan menunggu setelah simposium ekonomi internasional yang akan diadakan di Jackson Hole, AS, pada hari Sabtu ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,102 dan resistance di 4,162.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
MAPI (6,700) – Spec. Sell. R2: 7,200, R1: 7,000, S1: 6,350, S2: 6,200
GGRM (51,250) – Trading Sell. R2: 53,250, R1: 52,200, S1: 50,500, S2: 48,950
TBLA (580) – BUY. R2: 610, R1: 600, S1: 560, S2: 540
PGAS (3,675) – Spec. Buy. R2: 3,825, R1: 3,750, S1: 3,625, S2: 3,550

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads