Pasar saham Asia umumnya ditutup bervariasi cenderung flat kecuali indeks Shanghai China yang turun 1% dan Nikkei yang naik 0,4%. Harga minyak yang ikut turun 1,4% di pasar Asia kemarin turut memperburuk sentimen atas saham sektor pertambangan dan energi. Sementara itu perkembangan pasar saham global tadi malam masih bervariasi. Pelaku pasar tampaknya meragukan adanya stimulus lanjutan yang akan diambil The Fed dalam waktu dekat. Ini terutama disebabkan perekonomian AS tidak seburuk yang diperkirakan sebagai prasyarat terjadinya stimulus lanjutan (QE3). Angka GDP AS kuartal dua tahun ini tumbuh 1,7% diatas estimasi awal 1,5%. Angka penjualan rumah di AS Juli lalu naik 2,4% dibandingkan Juni yang turun 1,4%. Merespon hal tersebut, indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam ditutup flat. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat tipis tidak sampai 0,1% dengan volume transaksi yang tipis.
Melanjutkan perdagangan hari ini, investor diperkirakan akan melakukan pembelian selektif atas sejumlah saham unggulan yang kemarin tertekan sehingga membuka ruang terjadinya technical rebound. IHSG diperkirakan akan menguji level support di kisaran 4035 hingga 4070. Sedangkan resisten terdekat di 4130.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
PGAS 3650-3850 Buy, SL 3550
BMRI 7600-8000 BoW , SL 7500
BBRI 6800-7350 BoW, SL 6700
LSIP 2525-2650 Buy, SL 2475
SGRO 2575-2775 BoW, SL 2550
(/)











































