Jakarta - Sebagian besar saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berakhir negatif pada perdagangan Rabu (29/08), ditengah penutupan yang beragam di bursa-bursa regional Asia, dipicu oleh kehati-hatian investor menjelang simposium ekonomi tahunan yang diadakan oleh bank sentral AS (the Fed). IHSG tercatat turun 49.678 poin atau 1.20% ke 4,093.170, dengan tujuh dari sembilan sektor utama berakhir negatif. Sektor industri dasar turun 2.51%, sektor finansial jatuh 2.18%, dan sektor pertambangan berkurang 2.03%. Sementara indeks LQ 45 terpangkas 9.718 poin atau 1.36% menjadi 702.224. Indeks-indeks bursa saham Asia berakhir mixed pada perdagangan Rabu, dengan sebagian besar pelaku pasar lebih memilih menunggu simposium ekonomi di Jackson Hole, AS, hari Sabtu ini. Pidato dari ketua the Fed β Ben Bernanke, akan menjadi fokus utama para pelaku pasar, untuk melihat ada ataunya tidaknya kebijakan pelonggaran moneter dari bank sentral AS tersebut. Namun banyak analis yang memperkirakan Ben Bernanke hanya akan menyampaikan hal yang sama, yaitu bahwa the Fed memiliki sejumlah sarana stimulus ekonomi apabila diperlukan, tanpa akan merinci jumlah maupun waktu yang spesifik. Sebanyak 52 saham menguat, 200 saham turun, dan sisanya 206 saham tidak berubah pada hari Rabu di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.077 miliar lembar saham senilai Rp 3.676 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 280.499 miliar. Saham-saham top gainers Rabu diantaranya saham Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 2,200 poin atau 10.84% ke Rp 22,500, Unilever Indonesia (UNVR) bertambah 1,150 poin atau 4.46% menjadi Rp 26,950, Multi Prima Sejahtera (LPIN) menguat 900 poin atau 16.36% di Rp 6,400, Century Textile Industry (CNTX) mencetak 550 poin atau 9.17% di Rp 6,550, dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) memperoleh 350 poin atau 0.94% di Rp 37,550. Sementara saham-saham top losers termasuk Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) turun 8,000 poin atau 3.43% ke Rp 225,000, Gudang Garam (GGRM) melemah 750 poin atau 1.46% menjadi Rp 50,500, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) jatuh 650 poin atau 3.12% ke Rp 20,200, Semen Gresik (Persero) (SMGR) kehilangan 500 poin atau 3.88% di Rp 12,400, dan Goodyear Indonesia (GDYR) terpangkas 450 poin atau 3.27% menjadi Rp 13,300.
Saham-saham AS pada hari Rabu berakhir dengan kenaikan tipis setelah dirilisnya laporan Beige Book oleh bank sentral AS, yang menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi di 12 distrik di AS. Setelah sempat jatuh 22 poin dan naik 42 poin, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 4.49 poin, atau kurang dari 0.1%, di 13,107.48. Saham Verizon Communications Inc. (VZ) memimpin dengan kenaikan 1%. Indeks S&P 500 berakhir naik 1.19 poin, atau 0.1% ke 1,410.49, dengan sektor telekomunikasi mengalami kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite menguat 4.05 poin, atau 0.1% ke 3,081.19.
IHSG kemungkinan akan kembali melemah hari ini, seiring dengan turunnya indeks bursa-bursa saham regional Asia pagi ini setelah penutupan yang datar di bursa-bursa saham AS kemarin. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,036 dan resistance di 4,167.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
BMRI (7,800) β SELL. R2: 8,200, R1: 8,050, S1: 7,650, S2: 7,500
SMGR (12,400) β Spec. Sell. R2: 13,250, R1: 12,900, S1: 12,000, S2: 11,750
ADRO (1,360) β Spec. Sell. R2: 1,500, R1: 1,430, S1: 1,320, S2: 1,270
CNKO (194) β SELL. R2: 220, R1: 210, S1: 180, S2: 161
(ang/ang)