Jakarta - IHSG mengalami pelemahan yang cukup signifikan dengan melemah sebesar 1,7% sedangkan LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 1,9%. Pelemahan IHSG ini akibat dari sentimen bursa global dimana masih dengan masalah krisis keuangan di Eropa yang semakin menjalar kenegara-negara Eropa lainnya dan ECB masih belum memberikan tindakan atau solusi yang tepat untuk menyelesaikan atau menangani krisis tersebut. IHSG pada perdagangan kemarin tercatat senilai Rp4,2 triliun, sebanyak 51 saham naik, 212 saham turun dan sisanya 65 saham tidak bergerak.
Wall Street pada perdagangan tadi malam sempat dibuka mengalami penguatan terbatas namun aksi jual kembali terjadi sehingga Dow Jones mengalami pelemahan yang cukup signifikan dengan melemah sebesar 0,8% sedangkan S&P dan Nasdaq masing-masing mengalami pelemahan sebesar 0,8% dan 1,1%. Aksi jual ini menunggu pidato Bernanke dari hasil keputusan The Federal Reserve yang akan dilakukan pada Jumat Malam nanti.
Bursa Eropa juga mengalami pelemahan denfan FTSE yang melemah sebesar 0,4% sedangkan CAC dan DAX mengalami pelemahan masing-masing sebesar 1% dan 1,6%. Sentimen terhadap ditundanya pidato Mario Draghi kembali memberikan aksi jual dan pemikiran bahwa hasil pertemuan ECB pada 6 September 2012 diperkirakan tidak dapat memberikan solusi apa-apa, sehingga bursa Eropa terjadi tekanan jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyikapi sentimen negatif yang masih datangnya dari bursa Global, pagi ini bursa Regional kembali dibuka mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Hampir tidak adanya sentimen positif, IHSG diperkirakan pada perdagangan hari ini berpotensi mengalami pelemahan, IHSG akan bergerak di kisaran perdagangan di level 4002-4086.
(ang/ang)