Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Koreksi

Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Koreksi

- detikFinance
Jumat, 31 Agu 2012 09:52 WIB
Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Koreksi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (30/08), seiring dengan jatuhnya indeks-indeks bursa saham Asia yang dipicu oleh turunnya harga beberapa komoditas. Namun jatuhnya sebagian besar saham-saham di bursa regional Asia hari ini terutama disebabkan sebagian besar pelaku pasar yang lebih memilih menunggu menjelang pidato ketua bank sentral AS (the Fed) – Ben Bernanke, pada simposium kebijakan ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, AS hari Jumat (31/08) ini pukul 21:00 WIB. IHSG ditutup di 4,025.583, dan membukukan penurunan harian 67.587 poin atau 1.65% diakhir perdagangan Kamis, dengan seluruh sektor ditutup negatif, dimana sektor aneka industri kehilangan 2.66%, sektor industri dasar jatuh 2.56%, dan sektor finansial turun 1.97%. Sementara indeks LQ45 terpangkas 13.475 poin atau 1.92% menjadi 688.749. Untuk setiap saham yang naik, lebih dari 4 saham lainnya turun pada perdagangan Kamis di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.993 miliar lembar saham senilai Rp 3.433 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 630.04 miliar. Saham-saham dengan performa terburuk pada sesi Kamis diantaranya saham Gudang Garam (GGRM) jatuh 1,050 poin atau 2.08% ke Rp 49,450, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun 850 poin atau 4.21% ke Rp 19,350, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) kehilangan 600 poin atau 4.11% di Rp 14,000, Sarana Menara Nusantara (TOWR) terpangkas 500 poin atau 2.22% menjadi Rp 22,000, dan Mayora Indah (MYOR) melemah 400 poin atau 1.91% ke Rp 20,500. Sementara saham-saham top gainer antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik 1,000 poin atau 0.14% ke Rp 709,000, Duta Pertiwi (DUTI) memperoleh 400 poin atau 13.79% di Rp 3,300, Garda Tujuh Buana (GTBO) bertambah 200 poin atau 3.57% menjadi Rp 5,800, Multi Prima Sejahtera (LPIN) menguat 150 poin atau 2.34% di Rp 6,550, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mencetak 150 poin atau 1.15% dan ditutup di Rp 13,150.

Saham-saham AS berakhir negatif pada hari Kamis, dipicu oleh perkiraan bahwa rapat dewan gubernur bank sentral Eropa (ECB) tidak akan menghasilkan kebijakan stimulus untuk Eropa, dan simposium ekonomi di Jackson Hole, AS, di akhir pekan ini tidak akan memenuhi harapan para pelaku pasar terhadap adanya kebijakan pelonggaran kuantitatif ke-3, atau yang biasanya disebut QE3. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 106.77 poin, atau 0.8% dan ditutup di 13,000.71. Sementara indeks S&P 500 turun 11.01 poin atau 0.8% ke 1,399.48, dengan sektor teknologi memimpin penurunan. Indeks Nasdaq Composite terpangkas 32.48 poin atau 1.1% menjadi 3,048.71. Pasar ekuitas secara global telah mengalami perdagangan yang volatil minggu ini, menjelang pidato ketua the Fed – Ben Bernanke di simposium ekonomi tahunan pada hari ini.

Tembus support 4,077 dengan volume yang cukup kuat, IHSG diprediksi kembali koreksi. Sentimen negatif dari global masih terus menekan IHSG beberapa hari terakhir. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 3,978 dan resistance di 4,065. IHSG akan menguji support penting di 3,978.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
BBRI (6,850) – Spec. Sell. R2: 7,350, R1: 7,000, S1: 6,700, S2: 6,350
ASII (6,800) – SELL. R1: 6,900, S1: 6,650, S2: 6,500
INTP (19,350) – Spec. Sell. R2: 20,200, R1: 19,800, S1: 18,900, S2: 18,400
PTBA (14,000) – SELL. R2: 15,200, R1: 14,600, S1: 13,700, S2: 13,150

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads