Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Koreksi

Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Koreksi

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Senin, 03 Sep 2012 09:19 WIB
Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Koreksi
Jakarta - IHSG berakhir positif dan bertahan di atas level 4,000 pada sesi perdagangan yang sangat volatil pada hari Jumat (31/08), kendati sebagian besar saham-saham regional Asia ditutup negatif menjelang pidato ketua bank sentral AS (the Fed) Ben Bernanke pada simposium kebijakan ekonomi di Jackson Hole, AS. Setelah sempat jatuh ke level terendah di 3,978.078, IHSG ditutup di 4,060.331, naik 34.748 poin atau 0.86%. Tujuh dari sembilan sektor ditutup positif, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 2.24%. Sektor pertambangan dan sektor properti dan konstruksi mengikuti dengan masing-masing naik 1.69% dan 1.44%. Dua sektor lain ditutup negatif, yaitu sektor perdagangan dan jasa turun 0.79%, dan sektor aneka industri terpangkas 0.26%. Indeks LQ 45, yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, membukukan kenaikan 6.783 poin atau 0.98% menjadi 695.532. Untuk setiap saham yang turun, lebih dari dua saham lainnya naik pada sesi Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.151 miliar lembar saham senilai Rp 4.281 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 852.08 miliar. Saham-saham penggerak IHSG ke zona positif pada sesi Jumat antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik 3,000 poin atau 1.25% ke Rp 243,000, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) menguat 900 poin atau 4.65% menjadi Rp 20,250, Astra Agro Lestari (AALI) mencetak 800 poin atau 3.72% di Rp 22,300, Indo Tambangraya Megah (ITMG) bertambah 750 poin atau 2.00% menjadi Rp 38,200, dan Gudang Garam (GGRM) memperoleh 650 poin atau 1.31% ke Rp 50,100. Sementara saham-saham yang mengkontribusi negatif pada IHSG antara lain United Tractors (UNTR) turun 1,100 poin atau 5.20% ke Rp 20,050, Mandom Indonesia (TCID) jatuh 200 poin atau 2.35% ke Rp 8,300, Nipress (NIPS) melemah 200 poin atau 5.13% menjadi Rp 3,700, PP London Sumatra Indonesia (LSIP) kehilangan 175 poin atau 6.80% di Rp 2,400, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) terpangkas 150 poin atau 1.14% menjadi Rp 13,000.

Saham-saham AS membukukan kenaikan bulan ke-3 pada perdagangan Jumat (31/08), dipicu oleh spekulasi bahwa bank sentral AS (the Fed) akan melakukan pelonggaran kuantitatif ke-3 (QE3) dalam waktu dekat ini. Setelah sempat reli 151 poin, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan kenaikan 90.13 poin atau 0.7% di 13,090.84. Indeks S&P 500 sementara itu bertambah 7.10 poin atau 0.3% dan ditutup di 1,406.58, dengan sektor energi naik paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Nasdaq Composite naik 18.25 poin atau 0.6% ke 3,066.96. Untuk setiap saham yang turun, lebih dari dua saham lainnya naik pada sesi Jumat di New York Stock Exchange, dimana 746 juta saham diperdagangkan.

Lemahnya data manufaktur China hari ini menarik indeks-indeks bursa regional Asia ke zona negatif. IHSG kami perkirakan juga akan terpengaruh bias negatif tersebut hari ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,003 dan resistance di 4,093.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
ITMG (38,200) – Spec. Buy. R2: 39,750, R1: 39,000, S1: 37,450, S2: 36,800
INTP (20,250) – Spec. Buy. R2: 21,500, R1: 21,000, S1: 19,250, S2: 18,400
LCGP (99) – Buy on Weakness. R2: 119, R1: 110, S1: 88, S2: 81
PUDP (610) – Spec. Sell. R2: 750, R1: 680, S1: 530, S2: 500

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads