Bank Indonesia menargetkan inflasi tahun ini sebesar 4,5% plus minus satu persen. Ini mendorong aksi beli atas saham-saham yang diuntungkan dengan inflasi rendah seperti perbankan, properti dan perdagangan ritel. Selain dipicu faktor inflasi, penguatan juga turut didukung pasar saham global dan kawasan yang bergerak di teritori positif. Pelaku pasar optimis pertemuan ECB pekan ini akan menghasilkan keputusan menurunkan biaya dana di kawasan tersebut melalui program pembelian obligasi. Indeks PMI manufaktur zona Euro Agustus lalu yang turun dari 45,3 menjadi 45,1 menguatkan harapan ECB akan mengambil kebijakan stimulus lanjutan.
Harapan tersebut membuat sejumlah indeks utama di kawasan Euro ditutup positif pada perdagangan kemarin. Sementara Wall Street tutup libur nasional Hari Buruh. Dengan dukungan positif dari pasar saham global, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya. IHSG secara technical berpeluang menuju target resisten pertama di 4140 dan selanjutnya di 4170. Sedangkan support level indeks komposit ada di 4090. Saham-saham berbasiskan komoditas tambang dan perkebunan berpeluang menjadi penggerak pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
BBRI 6800-7250 TB, SL 6700
BMRI 7800-8150 TB 7700
ASII 6800-7050 TB, SL 6650
CMNP 2000-2175 TB, SL 1960
AKRA 3600-3725 TB, SL 3550
ANTM 1240-1300 TB, SL 1220
TINS 1330-1380 TB, SL 1310
(ang/ang)











































