Lautandhana Securindo: Aksi Profit Taking akan Marak

Lautandhana Securindo: Aksi Profit Taking akan Marak

- detikFinance
Selasa, 04 Sep 2012 09:16 WIB
Lautandhana Securindo: Aksi Profit Taking akan Marak
Jakarta - IHSG awal pekan berhasil ditutup mengalami penguatan sebesar 1,4% di level 4.118 yang didorong oleh aksi borong saham oversold, dipimpin oleh aksi beli sektoral consumer.yang juga didukung oleh angka inflasi Agustus yang berada di bawah ekpektasi economist. Sektoral perkebunan kemarin masih terkena tekanan jual yang ditutup di teritori merah. Investor asing akhirnya membukukan transaksi net buy senilai Rp 180 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.000 ke Rp 24.000, Unilever (UNVR) naik Rp 1.000 ke Rp 28.100, Mayora (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 21.350, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 650 ke Rp 52.650; sedangkan saham-saham top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 21.600, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 275 ke Rp 3.025, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 20.100, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 150 ke Rp 7.050..

Bursa Eropa semalam ditutup menguat dimana indeks DJ Euro Stoxx +0,9% di level 2.463,2 dan FTSE 100 +0,8% di level 5.758,4 yang didorong oleh penguatan saham-saham sektoral pertambangan. Investor tengah menanti kucuran stimulus tambahan dari The Fed dan China setelah beberapa data ekonomi menunjukkan perlambatan. Selain itu, Investor juga bersikap wait&see atas rapat ECB di pekan ini yang mengekspektasikan penurunan suku bunga acuan dan detil lengkap rencana buyback obligasi untuk membantu Spanyol dan Italia.

Pagi ini, bursa Asia dibuka melemah atas ekspketasi melambatnya pertumbuhan ekonomi global ditengah pernyataan ECB yang akan melakukan buback surat utang dengan tenor diatas 3 tahun. Indeks Nikkei -0,4%; KOSPI -0,03%; STI +0,34% dan KLSE +0,05%. Untuk IHSG sendiri kami perkirakan masih fluktuatif cenderung menguat terbatas dengan kisaran trading berada di level 4.069-4.216. Aksi profit taking diperkirakan kembali marak terjadi, menanti realisasi stimulus global.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads