Phillip Securities: IHSG Berpotensi Melanjutkan Penurunan

Phillip Securities: IHSG Berpotensi Melanjutkan Penurunan

- detikFinance
Rabu, 05 Sep 2012 09:52 WIB
Phillip Securities: IHSG Berpotensi Melanjutkan Penurunan
Jakarta - Mengakhiri sesi perdagangan yang cukup datar hari Selasa (04/09), IHSG turun 12.695 poin atau 0.31%, dan ditutup di 4,105.253. Saham-saham di sektor pertambangan mengalami penurunan terbanyak di antara 9 kelompok industri utama IHSG, dengan indeks sektor tersebut jatuh 2.24%. Sektor finansial dan sektor perdagangan dan jasa menyusul dengan masing-masing kehilangan 0.43% dan 0.41%. Sementara sektor infrastruktur yang termasuk salah satu sektor defensif mampu bertahan di zona positif dengan kenaikan 0.53% pada hari Selasa. Indeks LQ 45, yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, tergerus 2.368 poin atau 0.34% dan ditutup di 704.365. Sebagian besar indeks-indeks bursa saham regional Asia ditutup negatif pada perdagangan Selasa, dipicu oleh masalah krisis utang zona Eropa yang kembali menjadi fokus para pelaku pasar setelah lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service menurunkan outlook zona Eropa menjadi negatif, dan memperingatkan bahwa beberapa negara utama di zona tersebut dapat kehilangan peringkat surat utang β€˜Aaa’. Pasar Asia juga tampak berhati-hati menjelang rapat dewan gubernur bank sentral Eropa (ECB) hari ini, yang diharapkan akan menghasilkan program pembelian obligasi untuk menekan tingkat suku bunga pinjaman di zona Eropa. Sebanyak 77 saham tercatat naik, 153 saham turun, dan sisanya 231 saham stagnan pada hari Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.583 miliar lembar saham senilai Rp 2.681 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 22.20 miliar. Saham-saham dengan performa terbaik diantaranya saham Mayora Indah (MYOR) naik 1,150 poin atau 5.39% ke Rp 22,500, Inti Bangun Sejahtera (IBST) menguat 455 poin atau 24.33% di Rp 2,325, Smart (SMAR) bertambah 300 poin atau 4.48% menjadi Rp 7,000, Hexindo Adiperkasa (HEXA) mencetak 200 poin atau 2.50% di Rp 8,200, dan Surya Citra Media (SCMA) memperoleh 200 poin atau 2.02% dan ditutup di Rp 10,100. Sementara saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak pada hari Selasa antara lain saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 500 poin atau 1.30% ke Rp 37,900, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) melemah 400 poin atau 2.73% menjadi Rp 14,250, Gudang Garam (GGRM) berkurang 300 poin atau 0.60% di Rp 50,050, H.M. Sampoerna (HMSP) jatuh 300 poin atau 0.57% ke Rp 52,350, dan United Tractors (UNTR) kehilangan 200 poin atau 0.99% dan ditutup di Rp 19,950.

Saham-saham AS berakhir beragama pada perdagangan Selasa, dengan data manufaktur AS yang mengecewakan dan rencana Apple Inc. untuk meluncurkan produk iPhone berikutnya menjadi faktor-faktor dominan penggerak pasar. Indeks S&P 500 berakhir turun 1.64 poin, atau 0.1% ke 1,404.94, dengan sektor telekomunikasi dan barang konsumen mengalami kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Didukung oleh kenaikan saham Apple Inc. (AAPL), indeks Nasdaq Composite naik 8.1 poin, atau 0.3% ke 3,075.06. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 54.90 poin, atau 0.4% dan ditutup di 13,035.94. Data ISM (Institute of Supply Management) Manufacturing yang dirilis kemarin menunjukkan penurunan aktifitas manufaktur di AS, dengan indeks tersebut jatuh ke 49.6% di bulan Agustus, lebih rendah dari 49.8% di bulan Juli. Turunnya manufaktur di AS dipicu oleh melemahnya permintaan konsumen dalam negeri dan luar negeri AS dalam 6 bulan terakhir.

IHSG berpotensi melanjutkan penurunan hari ini, seiring dengan turunnya harga komoditi dan setelah data manufaktur AS yang mengecewakan. Kami perkirakan indeks akan diperdagangkan dengan support di 4,081 dan resistance di 4,140.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
SSIA (1,220) – Buy on Weakness. R2: 1,270, R1: 1,250, S1: 1,170, S2: 1,140
BMTR (1,810) – Buy on Weakness. R2: 1,880, R1: 1,830, S1: 1,750, S2: 1,710
KOBX (600) – Spec. Buy. R2: 630, R1: 610, S1: 580, S2: 560
GIAA (590) – SELL. R2: 630, R1: 610, S1: 570, S2: 550

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads