Phillip Securities: IHSG Bergerak di Rentang yang Sempit

Phillip Securities: IHSG Bergerak di Rentang yang Sempit

- detikFinance
Kamis, 06 Sep 2012 09:37 WIB
Phillip Securities: IHSG Bergerak di Rentang yang Sempit
Jakarta - Sebagian besar saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ditutup negatif pada perdagangan Rabu (05/09), seiring dengan jatuhnya indeks-indeks bursa saham regional Asia setelah turunnya harga beberapa komoditas dan menjelang rapat dewan gubernur bank sentral Eropa – ECB pada hari Kamis, yang diharapkan akan menghasilkan langkah-langkah untuk mendukung ekonomi Eropa. IHSG ditutup di 4,075.352, dan mencatat penurunan 29.901 poin atau 0.73%, dengan delapan dari 9 kelompok industri berakhir di zona negatif. Sektor barang konsumen jatuh paling banyak, yaitu 2.48%, disusul oleh sektor agrikultur turun 2.37%, dan sektor properti, real estate, dan konstruksi terpangkas 1.02%. Sementara indeks LQ45 kehilangan 6.584 poin atau 0.93% dan ditutup di 697.781. Harga beberapa komoditas utama mengalami penurunan pekan ini, dipicu oleh pesimisme para pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global saat ini setelah dirilisnya beberapa data ekonomi dari China dan AS. Selain itu, investor juga bersikap berhati-hati menjelang rapat dewan gubernur ECB pada hari Kamis (06/09), dan data tingkat pengangguran AS yang akan dirilis hari Jumat (07/09) ini. Untuk setiap saham yang naik, lebih dari dua saham lainnya turun pada perdagangan Rabu di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.236 miliar lembar saham senilai Rp 3.016 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 212.959 miliar. Saham-saham dengan performa terbaik pada hari Rabu diantaranya saham Inti Bangun Sejahtera (IBST) naik 575 poin atau 24.73% ke Rp 2,900, Indosat (ISAT) menguat 350 poin atau 6.80% menjadi Rp 5,500, Surya Citra Media (SCMA) bertambah 300 poin atau 2.97% di Rp 10,400, Indo Tambangraya Megah (ITMG) mencetak 250 poin atau 0.66% ke Rp 38,150, dan Semen Gresik (Persero) (SMGR) memperoleh 200 poin atau 1.61% dan ditutup di Rp 12,650. Sementara saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak diantaranya Fast Food Indonesia (FAST) turun 1,500 poin atau 10.79% ke Rp 12,400, Unilever Indonesia (UNVR) jatuh 1,500 poin atau 5.36% ke Rp 26,500, Astra Agro Lestari (AALI) kehilangan 1,300 poin atau 6.05% menjadi Rp 20,200, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) terpangkas 550 poin atau 2.73% di Rp 19,600, dan Sarana Menara Nusantara (TOWR) melemah 400 poin atau 1.67% dan ditutup di Rp 23,600.

Indeks Dow Jones berakhir dengan kenaikan moderat pada perdagangan Rabu (05/09), dengan para pelaku pasar enggan mengambil posisi dalam jumlah signifikan menjelang rapat dewan gubernur bank sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis (06/09) ini. Setelah diperdagangkan dengan kisaran harga yang sempit, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 11.54 poin, atau 0.1% menjadi 13,047.48. Sementara indeks S&P 500 turun 1.5 poin, atau 0.1% ke 1,403.44, dengan sektor utilitas mengalami kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Dalam indeks Nasdaq Composite, saham Facebook Inc. (FB) mengalami reli 4.8% setelah CEO Mark Zuckerberg mengatakan tidak akan menjual kepemilikannya di perusahaan jejaring sosial tersebut paling tidak untuk setahun ini. Indeks Nasdaq Composite berakhir turun 5.79 poin, atau 0.2% ke 3,069.27.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan akan diperdagangkan dengan rentang harga yang sempit hari ini, seiring dengan kehati-hatian para pelaku pasar menjelang rapat dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) hari ini. Indeks komposit saham-saham Indonesia tersebut akan menguji level support kunci di 4,058, sementara potensi kenaikan dibatasi oleh resistance di 4,122.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
UNVR (26,500) – Spec. Sell. R2: 27,750, R1: 27,100, S1: 25,800, S2: 25,000
MAIN (1,410) – SELL. R2: 1,530, R1: 1,480, S1: 1,340, S2: 1,280
BJBR (1,050) – BUY. R2: 1,110, R1: 1,060, S1: 1,000, S2: 970
CTRA (660) – Spec. Buy. R2: 700, R1: 680, S1: 630, S2: 610

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads