Jakarta - Sebagian besar saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia mengalami reli pada perdagangan Jumat (07/09), dipicu oleh sentimen positif bursa-bursa regional Asia setelah bank sentral Eropa (ECB) mengatakan akan melakukan program pembelian obligasi negara-negara Eropa yang sedang mengalami krisis utang dengan tidak terbatas. IHSG ditutup di 4,143.679, naik 40.822 poin atau 0.99%, dengan seluruh 9 sektor menguat, dipimpin oleh sektor barang konsumen naik 1.80%, diikuti sektor aneka industri yang naik 1.36%, dan sektor agrikultur bertambah 1.31%. Sementara indeks LQ 45 naik 7.975 poin atau 1.13% ke 711.506. Sebagian besar bursa-bursa regional Asia mengalami reli pada perdagangan Jumat (07/09), seiring dengan reli yang dialami bursa-bursa global setelah bank sentral Eropa β ECB, mengumumkan rencana pembelian tak terbatas untuk surat-surat utang negara-negara Eropa yang sedang dilanda krisis utang. Selain itu, kenaikan yang terjadi pada pasar Asia juga dipicu oleh pemerintah China yang mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur dalam skala besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negaranya.
Optimisme para pelaku pasar terhadap data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat (07/09) malam juga mendukung indeks-indeks bursa saham Asia pada hari Jumat. Sebanyak 159 saham naik, 85 saham turun, dan sisanya 217 saham stagnan pada perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.238 miliar lembar saham senilai Rp 3.418 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 483.23 miliar.
Saham-saham dengan performa terbaik pada hari Jumat diantaranya saham Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) naik 13,000 poin atau 5.78% ke Rp 238,000, Unilever Indonesia (UNVR) menguat 900 poin atau 3.32% ke Rp 28,000, Inti Bangun Sejahtera (IBST) bertambah 775 poin atau 21.38% menjadi Rp 4,400, Mayora Indah (MYOR) mencetak 400 poin atau 1.83% di Rp 22,200, dan Multi Prima Sejahtera (LPIN) memperoleh 400 poin atau 5.71% dan ditutup di Rp 7,400. Sementara saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak antara lain saham Bayan Resources (BYAN) turun 350 poin atau 2.86% ke Rp 11,900, Solusi Tunas Pratama (SUPR) melemah 350 poin atau 7.53% menjadi Rp 4,300, XL Axiata (EXCL) terpangkas 250 poin atau 3.57% di Rp 6,750, Sumi Indo Kabel (IKBI) jatuh 140 poin atau 9.09% ke Rp 1,400, dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) kehilangan 100 poin atau 0.98% dan ditutup di Rp 10,100.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham AS berakhir dengan kenaikan moderat pada perdagangan Jumat (07/09), dipicu oleh spekulasi bahwa bank sentral AS β the Fed, kemungkinan akan mengambil kebijakan stimulus setelah data ketenagakerjaan AS untuk bulan Agustus yang mengecewakan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 14.64 poin, atau 0.1% ke 13,306.64. Dari 30 komponen Dow, hampir setengahnya ditutup positif, dipimpin oleh saham Caterpillar Inc. (CAT) yang naik 3.9% dan saham Bank of America Corp. (BAC) menguat 5.4%. Indeks S&P 500 naik 5.8 poin atau 0.4% ke 1,437.92, dengan sektor material memimpin kenaikan dan sektor barang konsumen mengalami penurunan terbanyak. Indeks Nasdaq Composite naik tipis 0.6 poin dan ditutup di 3,136.42. Data ketenagakerjaan AS untuk bulan Agustus menunjukkan penambahan jumlah pekerja di sektor non-pertanian AS sebanyak 96,000 pekerja, di bawah estimasi dan lebih rendah dari jumlah sebesar 141,000 di bulan Juli.
IHSG berpotensi menguat hari ini, namun dengan kenaikan terbatas, dipicu oleh harapan akan adanya stimulus dari bank sentral AS dan China setelah data-data ekonomi kedua negara tersebut belum menunjukkan adanya pemulihan ekonomi dan pertumbuhan yang signifikan. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,113 dan resistance di 4,170.
Technical Recommendations:
BBCA (8,050) β Spec. Buy. R2: 8,250, R1: 8,150, S1: 7,850, S2: 7,750
HRUM (6,150) β Spec. Buy. R2: 6,950, R1: 6,650, S1: 5,800, S2: 5,550
BBRI (7,350) β Spec. Buy. R2: 7,550, R1: 7,450, S1: 7,250, S2: 7,050
JPRS (375) β Spec. Buy. R2: 420, R1: 405, S1: 360, S2: 335
(dru/dru)