Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Sideways

Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Sideways

- detikFinance
Kamis, 13 Sep 2012 09:19 WIB
Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Sideways
Jakarta - Sebagian besar saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berakhir di zona positif pada perdagangan Rabu (12/09), seiring dengan reli yang terjadi di bursa regional Asia dan Eropa setelah mahkamah konstitusi Jerman menyetujui dana bantuan permanen sebesar 500 miliar Euro melalui Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM). IHSG berakhir dengan kenaikan 18.741 poin atau 0.45% menjadi 4,174.097, setelah diperdagangkan cukup datar di awal sesi Rabu. Kenaikan IHSG didukung oleh menguatnya saham-saham di delapan dari 9 sektor utama, dipimpin oleh sektor pertambangan yang naik 1.80%, diikuti sektor agrikultur dengan kenaikan 1.45%, dan sektor aneka industri menguat 1.18%. Indeks LQ 45, yang terdiri dari saham-saham blue-chip Indonesia, membukukan kenaikan 2.734 poin atau 0.38% di 717.212. Disetujuinya keikutsertaan Jerman dalam Mekanisme Stabilitas Eropa (European Stability Mechanism) oleh mahkamah konstitusi Jerman pada hari Rabu membuka jalan bagi negara-negara di zona Eropa yang sedang dilanda krisis utang untuk memperoleh dana bantuan dari Uni Eropa. Pasar regional Asia bereaksi positif terhadap berita tersebut, dengan bursa-bursa ekuitas dan komoditas mengalami reli pada Rabu sore. Sebanyak 151 saham ditutup naik, 82 saham turun, dan sisanya 228 saham stagnan pada perdagangan Rabu di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.482 miliar lembar saham senilai Rp 3.058 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 4.076 miliar. Saham-saham yang membukukan performa terbaik pada hari Rabu antara lain saham Tembaga Mulia Semanan (TBMS) naik 1,100 poin atau 19.64% ke Rp 6,700, Astra Agro Lestari (AALI) menguat 800 poin atau 4.03% menjadi Rp 20,650, Lion Metal Works (LION) bertambah 500 poin atau 5.26% di Rp 10,000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) mencetak 400 poin atau 1.04% di Rp 39,000, dan Goodyear Indonesia (GDYR) memperoleh 300 poin atau 2.31% dan ditutup di Rp 13,300. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak diantaranya saham United Tractors (UNTR) turun 250 poin atau 1.21% ke Rp 20,450, Sona Topas Tourism Industry (SONA) jatuh 250 poin atau 11.11% ke Rp 2,000, Solusi Tunas Pratama (SUPR) kehilangan 200 poin atau 4.26% menjadi Rp 4,500, Hexindo Adiperkasa (HEXA) terpangkas 100 poin atau 1.23% di Rp 8,000, dan Multi Prima Sejahtera (LPIN) melemah 100 poin atau 1.32% dan ditutup di Rp 7,500.

Saham-saham AS berakhir datar pada perdagangan Rabu (13/09), dengan para pelaku pasar kembali berhati-hati menjelang pengumuman hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS (the Fed) hari ini. Indeks bursa-bursa saham AS sempat mendapat dorongan awal setelah mahkamah konstitusi Jerman memutuskan untuk tidak menghalangi keikutsertaan Jerman dalam Mekanisme Stabilitas Eropa. Indeks Dow Jones Industrial Average Dow Jones Industrial Average naik tipis 9.99 poin, atau 0.07%, ke 13,333.35. Sementara Indek Standard & Poor 500 naik 3.00 poin, atau 0.21%, ke 1,436.56. Nasdaq Composite naik 9.79 poin, atau 0.32%, ke 3,114.31, dengan saham Saham Apple Inc. (AAPL) naik 1.39% setelah peluncuran iPhone 5. Saham Facebook Inc. (FB) melonjak 7.7% setelah Chief Executive Mark Zuckerberg mengisyaratkan area pertumbuhan baru dari ponsel dalam penampilan publik pertamanya sejak IPO dari jejaring sosial tersebut di bulan Mei.

IHSG kemungkinan akan diperdagangkan relatif datar hari ini, dengan investor kembali berhati-hati menjelang diumumkannya hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS malam ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,130 dan resistance di 4,200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
PGAS (4,000) – Spec. Buy. R2: 4,150, R1: 4,075, S1: 3,875, S2: 3,800
ANTM (1,340) – BUY. R2: 1,420, R1: 1,370, S1: 1,290, S2: 1,210
GIAA (630) – Spec. Buy. R2: 670, R1: 650, S1: 600, S2: 580
INCO (2,575) – Buy on Weakness. R2: 2,800, R1: 2,700, S1: 2,425, S2: 2,250

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads