Jakarta -
Menyeruak ke 4.257 IHSG akhir pekan kemarin catatkan rekor baru di pasar modal. Indeks menguat tajam 2,07% setara 86 poin dipicu langkah bank sentral AS yang akan mengucurkan dana stimulus 400 M US$ per bulan guna mendorong pertumbuhan dan menekan pengangguran di AS. Tidak saja di Bursa Efek Indonesia, keputusan The Fed tersebut sontak membawa pasar saham di berbagai kawasan menghijau. Di Asia, indeks acuan Nikkei menguat 0,85%, indeks Hang Seng melesat lebih tinggi mencapai 2,90%. Transaksi investor terpantau begitu bergairah nyaris di semua sektor. Bahkan saham-saham berbasis komoditas, di sektor pertambangan mampu melesat hingga 4,48%, sektor pertanian naik hingga 3,88%. Sayang bagi sektor konsumsi, satu-satunya sektor pada Jumat kemaren, tersangkut di zona merah turun -0,03%. Sebanyak 197 saham membawa indeks melesat, hanya 44 saham yang melemah dan sisanya 91 saham stagnan.
Potensi penguatan indeks masih terbuka pada perdagangan awal pekan. Laju penguatan diperkirakan terhambat oleh aksi ambil untung saham unggulan. Indeks menguji level 4.271 untuk menuju level psikologis 4.300. Bila hal ini terjadi indeks menuju level krusial di level 4.329. Saham unggulan maupun saham lapis dua dalam pergerakan uptrend. Sektor agrikultur, keuangan dan industri dasar diperkirakan aktif diperdagangkan. Indikator MACD dalam pergerakan uptrend sementara indikator Stochastic bergerak berbalik arah potensi golden cross di area overbought. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 4.220 hingga 4.300.
(/)