Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Menguat

Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Menguat

Magnus Capital - detikFinance
Senin, 17 Sep 2012 10:10 WIB
Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Menguat
Jakarta - Pada perdagangan Jumat kemarin IHSG ditutup melonjak 86.3 poin pada level 4256.9 dengan nilai transaksi mencapai Rp 6.7 triliun dan asing membukukan net buying sebesar Rp 1.36 triliun. Level tersebut merupakan rekor tertinggi baru sepanjang sejarah pasar modal indonesia. Sentimen dari The Fed yang akhirmya meluncurkan QE3 menjadi sentimen utama penguat indeks.

Indeks Dow Jones pada perdagangan jumat pekan lalu, masih melanjutkan relinya. Indeks ditutup naik 53.51 poin ke level 13593.37sedangkan Nasdag ditutup naik 28.12 poin dan S&P ditutup naik 5.78 poin.Euphoria peluncuran QE3 oleh the Fed masih berlanjut hingga perdagangan jumat pekan lalu.Bursa Eropa juga ditutup menguatsetelah mendapat sentimen dari The Fed, namun masih mencermati perkembangan pada Yunani dan Spanyol setelah ECB dan IMF menyanggah adanya negosiasi dengan Spanyol mengenai dana talangan 300 juta Euro.

Indeks regional pagi ini dibuka menguat dan diperkirakan akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 4235-4290 dengan potensi menguat terbatas. Waspadai potensi profit taking, indikator stochastic overbought dan deadcross memberi ruang penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CorporateNews

PTBA: Grup Rajawali siap melepas 40% saham PT Bukit Asam Transpacific Railway kepada perseroan. Dengan begitu perseroan bisa menguasai 50% saham dari saat ini 10%.

VIVA: Perseroan memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahun ini mencapai sekitar 30-35% menjadi Rp 1.29-1.34 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 992.6 miliar.

AUTO: Perseroan membentuk dua anak perusahaan baru untuk mendongkrak kinerja bisnis.Kedua anak usaha itu adalah PT Autoplastik Indonesia dan PT Velasto Indonesia.

TOTL: Perseroan membukukan kontrak baru senilai Rp 1.39 triliun per Agustus 2012. Tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp 1.8 triliun.

BHIT: Perseroan melalui anak usahanya , PT Indonesia Air Transport Tbk, masuk ke bisnis infrastruktur dengan mendirikan PT MNC infrastruktur.



(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads