LOTS Trading Club mencoba melakukan flashback atas apa yang terjadi beberapa bulan pasca QE1 dan QE2, hasilnya adalah sbb. QE1 dirilis pada 25 Nov 2008 saat indeks Dow Jones berada dilevel 8.479. Dow masih meneruskan koreksinya hingga Mar 2009 sebelum rally ke level 10.686 pada 16 Mar 2010 saat QE1 dinyatakan berakhir. Rally berlanjut hingga level 11.205 pada 26 Apr 2010 sebelum akhirnya turun ke 9686 di 2 Jul 2010. Sejarah mencatat QE1 mengeluarkan cost sebesar US$1,3 triliun untuk bond buying.
Lalu QE2 yang menghabiskan US$600 miliar untuk membeli treasuries, dirilis pada 3 Nov 2010 saat Dow diposisi 11.215. Dow kemudian rally hingga ke level 12109 saat QE2 dinyatakan berakhir pada 22 Jun 2011. Rally berlanjut hingga 21 Jul 2011 ke level 12.724 sebelum turun tajam ke level 10.655 di 3 Oct 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, nasib Yunani akan ditentukan sekitar awal Oktober nanti. Jauh sebelum ini wacana Grexit kembali menguat. Namun Eropa kelihatannya telah mendapat solusi untuk ini. Kesimpulan atas Yunani adalah, mereka membutuhkan tambahan waktu, bukan tambahan dana.
Ketiga, event dari China, suksesi Oktober nanti dari Hu Jintao ke wakilnya Xi Jinping (kandidat terkuat) diduga mulus walau telah menjadi concern investor pasca kasus yang menimpa kandidat Bo Xilai. GDP Q3 China lebih menjadi concern karena ekspektasi market bahwa ekonomi China akan bottoming out mulai Q2 meleset. Keempat, US election bulan November juga nampaknya akan mulus dengan Obama untuk term kedua.
LOTS Trading Club sampai pada kesimpulan bahwa event terbesar yang akan menjadi pengganjal rally adalah 'Fiscal Cliff' di 1 Jan 2013. Indeks saham akan koreksi untuk profit taking atau event kecil lainnya, tapi 'Fiscal Cliff' yang belum ada solusinya ini benar-benar akan mengakhiri rally indeks.
Masih cukup banyak waktu sebelum 1 Jan 2013, LTC coba pertahankan rekomendasi Buy atas KIJA, MDLN dan ASRI. Lalu Trading Buy untuk BMRI, PTBA dan UNTR.
(dru/dru)










































