Profit taking tekan bursa Wallstreet. Pasca penguatan cukup tinggi selama sepekan dimana S&P juga mencatatkan kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir di awal pekan semalam mayoritas bursa Amerika melemah oleh tekanan jual saham-saham di sektor energy dan keuangan. Penurunan harga minyak juga menjadi sentimen pelemahan Wallstreet pasca rilis data NY State Manufacturing Index mengalami penurunan menjadi β10.41 (cons. β2.00, prior β5.85). Dow jones melemah β0.3%, Nasdaq β0.17% serta S&P β0.31%. Pelemahan bursa Amerika yang terbatas ditopang oleh penguatan saham Apple Inc. yang menguat all time session high pada level $699.80 dan sempat menyentuh $700 akibat permintaan produk terbarunya Iphone 5 mencapai 2 juta pesanan dalam satu hari. Sepekan ini investor juga akan focus kembali pada Eropa dimana pelaksanaan atas kesepakatan pembelian obligasi oleh ECB masih menjadi tantangan. PM Spanyol dan PM italia akan melakukan pertemuan pada 21 September serta hari berikutnya Angela Merkel dan Hollande juga akan melakukan pertemuan di Ludwigsburg terkait implementasi lanjutan penanganan krisis. Dari Asia, BOJ dikabarkan akan melakukan stimulus moneter seperti The Fed, dimana kebijakan yang dihasilkan akan disampaikan pada tanggal 19 September besok.
Indeks diperkirakan Mix To Low (Range 4,230β4,270). Sempat dibuka menguat di awal perdagangan, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis pada perdagangan kemarin berada di level 4,255, indeks dimungkinkan untuk kembali melanjutkan pelemahannya menuju support level di 4,230, RSI dan stochastic menunjukkan kejenuhan indeks terhadap aksi beli dan berpotensi untuk mengalami koreksi, namun jika indeks berbalik menguat dimungkinkan akan menguji resistance level di 4,270. Hari ini diperkirakan indeks bergeak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
(ang/ang)











































