Trust Securities: Pergerakan IHSG Bergantung ke Pasar Global

Trust Securities: Pergerakan IHSG Bergantung ke Pasar Global

- detikFinance
Jumat, 21 Sep 2012 08:37 WIB
Jakarta - Penguatan yang terjadi pada bursa saham Eropa dan AS pada perdagangan sebelumnya tampaknya tidak banyak berimbas pada perdagangan bursa saham Asia (20/9). Aksi profit taking kembali melanda perdagangan saham di BEI seiring melemahnya bursa saham Asia karena merespon penurunan neraca perdagangan Jepang akibat melemahnya nilai ekspor dan kenaikan tipis indeks manufaktur China versi HSBC. Tentu saja data negatif tersebut menimbulkan kekhawatiran kembali pelaku pasar akan pemulihan ekonomi global. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.236,70 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 4.206,6 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.217,52. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi di Eropa terkait jadi atau tidaknya Spanyol untuk meminta dana bantuan yang bertujuan meredakan kondisi fiskalnya. Kenaikan kembali yield obligasi Spanyol untuk tenor 10 tahun ke level 6% makin menambah kekhawatiran pelaku pasar. Belum lagi masalah perlambatan ekonomi global seiring dengan rilis indeks manufaktur China yang hanya naik tipis di bawah level 50 dan turunnya data ekspor Jepang yang terlihat dari penurunan neraca perdagangannya.

Pergerakan bursa saham Asia dipicu rilis data-data ekonomi di Asia yang tidak memberikan keyakinan positif kepada pelaku pasar. Kenaikan data indeks manufaktur China versi HSBC ke level 47,8 (di bawah 50) dinilai kegiatan manufaktur China belum sepenuhnya pulih. Selain itu, data turunnya ekspor Jepang ke level 5,8% di bulan Agustus yang berimbas pada penurunan angka trade balance turut menambah kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi masih berjalan lambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat (21/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.182-4.202 dan resistance 4.227-4.252. IHSG terlihat membentuk pola seperti spinning di posisi lebih rendah dari candle sebelumnya. Posisi candle bertahan di bawah upper bollinger bands. MACD kembali terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan kenaikannya mendekati area overbought. Dari candle yang terbentuk, seperti yang sebelumnya kami perkirakan bahwa memang terjadi pelemahan. Akan tetapi, masih terbatas dimana pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam. Kondisi ini dimungkinkan bisa mengalami rebound dengan asumsi didukung oleh sentimen yang ada.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati a.l
INTP Trading Buy Spt 20200-20350 Rst 20600-20700. Terbentuknya inverted hammer dimana stochastic masih mencoba mendekati area overbought masih membuka ruang penguatan.
CTRS Trading Buy Spt 1540-1600 Rst 1690-1720. Terbentuknya bullish engulfing & didukung dengan stochastic yang mulai reversal naik seharusnya dapat membuka peluang kenaikan.
SSIA Trading Buy Spt 1180-1220 Rst 1290-1320. Terbentuknya bullish engulfing cross mendekati upper bollinger band dan didukung dengan stochastic yang kembali reversal naik diharapkan dapat menopang kenaikan lanjutan.
BBCA Trading Buy Spt 7800-7900 Rst 8050-8100. Terbentuknya white marubozu dan didukung dengan reversal naik stochastic diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan.

Saham-saham lainnya a.l JPFA, LPCK, WIKA, PGAS, & BBNI

Sampai dengan ulasan ini dibuat, bursa saham Eropa bergerak melemah karena merespon turunnya data manufaktur China dan neraca perdagangan Jepang. Bervariatifnya data manufaktur dan service PMI di Eropa juga membuat pelaku pasar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas perdagangan. Apalagi jelang rilis klaim pengangguran dan data manufaktur AS. Bila data-data dari AS mampu dihasilkan positif dan bisa membuat bursa saham AS positif maka diharapkan mampu menahan pelemahan pada bursa saham Asia esok hari. Jika tidak maka, dimungkinkan akan kembali mengalami pelemahan.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads