Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi di Eropa terkait jadi atau tidaknya Spanyol untuk meminta dana bantuan yang bertujuan meredakan kondisi fiskalnya. Kenaikan kembali yield obligasi Spanyol untuk tenor 10 tahun ke level 6% makin menambah kekhawatiran pelaku pasar. Belum lagi masalah perlambatan ekonomi global seiring dengan rilis indeks manufaktur China yang hanya naik tipis di bawah level 50 dan turunnya data ekspor Jepang yang terlihat dari penurunan neraca perdagangannya.
Pergerakan bursa saham Asia dipicu rilis data-data ekonomi di Asia yang tidak memberikan keyakinan positif kepada pelaku pasar. Kenaikan data indeks manufaktur China versi HSBC ke level 47,8 (di bawah 50) dinilai kegiatan manufaktur China belum sepenuhnya pulih. Selain itu, data turunnya ekspor Jepang ke level 5,8% di bulan Agustus yang berimbas pada penurunan angka trade balance turut menambah kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi masih berjalan lambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun saham-saham yang dapat dicermati a.l
INTP Trading Buy Spt 20200-20350 Rst 20600-20700. Terbentuknya inverted hammer dimana stochastic masih mencoba mendekati area overbought masih membuka ruang penguatan.
CTRS Trading Buy Spt 1540-1600 Rst 1690-1720. Terbentuknya bullish engulfing & didukung dengan stochastic yang mulai reversal naik seharusnya dapat membuka peluang kenaikan.
SSIA Trading Buy Spt 1180-1220 Rst 1290-1320. Terbentuknya bullish engulfing cross mendekati upper bollinger band dan didukung dengan stochastic yang kembali reversal naik diharapkan dapat menopang kenaikan lanjutan.
BBCA Trading Buy Spt 7800-7900 Rst 8050-8100. Terbentuknya white marubozu dan didukung dengan reversal naik stochastic diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan.
Saham-saham lainnya a.l JPFA, LPCK, WIKA, PGAS, & BBNI
Sampai dengan ulasan ini dibuat, bursa saham Eropa bergerak melemah karena merespon turunnya data manufaktur China dan neraca perdagangan Jepang. Bervariatifnya data manufaktur dan service PMI di Eropa juga membuat pelaku pasar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas perdagangan. Apalagi jelang rilis klaim pengangguran dan data manufaktur AS. Bila data-data dari AS mampu dihasilkan positif dan bisa membuat bursa saham AS positif maka diharapkan mampu menahan pelemahan pada bursa saham Asia esok hari. Jika tidak maka, dimungkinkan akan kembali mengalami pelemahan.
(ang/ang)











































