Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas

Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas

Mega Capital - detikFinance
Jumat, 21 Sep 2012 08:44 WIB
Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas
Jakarta - Pelemahan ekonomi Jepang & Cina menekan bursa regional. Melemahnya ekspor Jepang serta aktifitas manufaktur Cina menjadi katalis negative bagi pasar saham regional, termasuk Indonesia. Ekspor Jepang di bulan Agustus kembali turun 5.8% yoy, setelah pada bulan Juli anjlok 8.1% yoy. Sementara itu, dari Cina data HSBC Flash Manufacturing PMI di bulan September bertengger di level 47.8. Sudah sebelas bulan berturut turut PMI Manufacturing Cina berada dibawah benchmark level, yang menandakan adanya peluang sektor industri manufaktur Cina akan terkontraksi dalam 6 hingga 8 bulan ke depan. Imbasnya, indeks Nikkei 225 kemarin ditutup turun 1.6% sementara Hang Seng –1.2% dan Shanghai –2.1%. IHSG sendiri kemarin terkoreksi 0.64% ke level 4,217 dengan investor asing mencatatkan posisi net selling sebesar IDR 183.5 miliar. Koreksi terbesar dicatatkan oleh sektor Pertambangan (-2.49%), Barang Konsumsi (-2%) dan Aneka Industri (-1.55%). Adapun sektor yang berhasil ditutup menghijau adal ah sektor Properti (+0.74%), Industri Dasar (+0.69%) dan Keuangan (+0.09%).

Sebagian besar saham Amerika juga terkoreksi. Kekhawatiran pelemahan ekonomi global, seperti yang tercermin dari melemahnya data ekspor Jepang dan manufaktur Cina, juga berimbas negative ke pasar saham Amerika. Pada perdagangan semalam indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0.05% ke level 1,460 dan Nasdaq –0.21% ke 3,175. Sementara itu indeks DJIA berhasil ditutup naik 0.14% ke 13,596. Dari data ekonomi, Initial Jobless Claims tidak mengalami perubahan dibanding minggu sebelumnya, yaitu di level 382 ribu applicant. Data manufaktur Philadelphia kembali melemah 1.9%, turun lima bulan berturut turut. Dari Eropa, data PMI Manufacturing di bulan September naik tipis ke level 46 dari 45.1 namun Consumer Confidence kembali turun ke level –25.9 dari –24.6.

Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range 4,185—4,245). Indeks tampak kembali melanjutkan masa kondolidasinya dengan ditutup melemah di level 4,217 pada perdagangan kemarin, IHSG indeks juga sempat menguji support level 4,205 namun akhirnya mampu ditutup bertahan di atas level tersebut yang mana memberikan peluang untuk mengalami technical rebound dan bergeak menuju resistance level di 4,245, stochastic dan RSI bergerak keluar dari wilayah overbought yang berpotensi menghambat laju kenaikan indeks. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads