Jakarta - IHSG terkoreksi dengan penurunan moderat pada perdagangan Kamis (20/09), seiring dengan jatuhnya indeks-indeks bursa regional Asia setelah data manufaktur China menunjukkan makin lesunya aktifitas manufaktur di negara tersebut, dan seiring dengan turunnya harga minyak mentah dunia. IHSG berakhir dengan penurunan 27.195 poin, atau 0.64% dan ditutup di 4,217.516, dimana enam dari 9 sektor utama ditutup di zona negatif. Sektor pertambangan mencatat penurunan terbanyak, yaitu 2.49%, diikuti oleh sektor barang konsumen yang kehilangan 2.00%, dan sektor aneka industri terpangkas 1.55%. Sementara indeks LQ45 melemah 5.604 poin atau 0.77% menjadi 725.451. Sebagian besar saham-saham regional Asia mengalami penurunan pada hari Kamis, setelah data HSBC βFlashβ Purchasing Managersβ Index (PMI) untuk bulan September yang dirilis hari Kamis berada di angka indeks 47.8, mengindikasikan masih berlanjutnya kontraksi aktivitas manufaktur di China. Selain itu, harga minyak mentah yang jatuh setelah badan administrasi informasi energi AS (EIA) melaporkan kenaikan suplai minyak mentah AS sebesar 8.5 juta barel pekan lalu. Sebanyak 114 saham turun, 110 saham naik, dan sisanya 238 saham tidak berubah pada perdagangan Kamis di Bursa Efek Indonesia, dimana 4.989 miliar lembar saham senilai Rp 2.933 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 183.483 miliar. Saham-saham dengan performa terbaik di hari Kamis antara lain saham Sucaco (SCCO) naik 750 poin atau 13.64% ke Rp 6,250, Surya Toto Indonesia (TOTO) menguat 500 poin atau 7.19% menjadi Rp 7,450, Semen Gresik (Persero) (SMGR) bertambah 300 poin atau 2.17% di Rp 14,100, ICTSI Jasa Prima (KARW) mencetak 290 poin atau 19.21% di Rp 1,800, dan Surya Citra Media (SCMA) memperoleh 200 poin atau 1.95% dan ditutup di Rp 10,450. Sementara saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak diantaranya saham Bayan Resources (BYAN) turun 1,300 poin atau 10.08% ke Rp 11,600, Unilever Indonesia (UNVR) jatuh 1,050 poin atau 3.79% ke Rp 26,650, Delta Djakarta (DLTA) terpangkas 1,000 poin atau 0.41% menjadi Rp 242,000, Gudang Garam (GGRM) kehilangan 700 poin atau 1.44% di Rp 47,900, dan United Tractors (UNTR) melemah 700 poin atau 3.08% dan ditutup di Rp 22,000.
Indeks saham-saham blue-chip AS berakhir dengan kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (20/09), dengan sebagian besar saham-saham yang tercatat di New York Mercantile Exchange mengalami penurunan setelah data-data ekonomi dari AS, China, dan zona Euro tidak mampu merubah kekhawatiran pasar tentang ekonomi dunia yang melambat. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan kenaikan 18.97 poin, atau 0.1%, di 13,596.93, dengan saham Kraft Foods Inc. (KFT) dan Microsoft Corp. (MSFT) memimpin kenaikan. Indeks S&P 500 terpangkas 0.79 poin, atau kurang dari 0.1%, menjadi 1,460.26, dengan sektor industry jatuh paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 6.66 poin, atau 0.2% menjadi 3,175.96. Data ketenagakerjaan AS yang dirilis kemarin menunjukkan klaim pengangguran (jobless claim) turun menjadi 382,000 klaim. Namun penurunan moderat tersebut tidak mampu mengangkat sentimen pasar yang turun akibat data-data ekonomi China dan Eropa yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan akan diperdagangkan cukup datar hari ini, seiring dengan kurangnya momentum di bursa-bursa saham global maupun regional setelah data-data ekonomi yang mengindikasikan kondisi yang beragam dari AS, China, dan Eropa. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,190 dan resistance di 4,250.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
UNVR (26,650) β Spec. Sell. R2: 27,700, R1: 27,100, S1: 26,200, S2: 25,500
ELTY (61) β BUY. R2: 73, R1: 65, S1: 56, S2: 50
LPKR (950) β BUY. R2: 990, R1: 970, S1: 920, S2: 900
UNTR (22,000) β Spec. Sell. R2: 23,750, R1: 22,700, S1: 21,000, S2: 20,200
(ang/ang)